News / Nasional
Jum'at, 02 Februari 2018 | 16:51 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) di sela-sela menyaksikan laga persahabatan antara Indonesia melawan Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/1/2018). [Antara/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA memprediksi penantang kuat petahana Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019. Berdasarkan survei LSI, ada empat tokoh yang diprediksi jadi bakal capres berpotensi menjadi penantang Jokowi nanti.

LSI membagi penantang Jokowi ke dalam tiga divisi. Pembaginya berdasarkan tingkat popularitas masing-masing bakal capres penantang Jokowi.

"Popularitas penting karena sebagai modal awal para tokoh untuk bertarung," kata‎ Ajie Alfaraby, peneliti LSI dalam konfrensi pers di kantor Lingkaran Survei Indonesia di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/2/2018).

Untuk tokoh/capres yang masuk ke dalam Divisi Satu hanya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo popularitasnya mencapai 92,5 persen‎.

"Ternyata penantang divisi satu‎ penghuninya hanya satu tokoh saja, yaitu Prabowo Subianto. Divisi satu sungguh tempat yang sepi dan sunyi," ujar dia.

Kemudian divisi dua‎, ada dua tokoh yang berpeluang menjadi penantang Jokowi, yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan popularitas 76,7 persen. Dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan popularitas 71,2 persen.

"Hiruk pikuk Pilkada DKI yang lalu menjadi panggung nasional bagi dua tokoh ini," kata dia.

Sementara untuk divisi tiga‎, tokoh yang berpotensi jadi penantang Jokowi adalah mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Popularitas Gatot 56,5 persen.

"Sayangnya sejak pensiun, kiprah Gatot memudar. Padahal ibarat pentas, penonton masih rindu dan bertepuk tangan menanti atraksinya," kata dia.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Tak Menolak Dicalonkan Dalam Pilpres 2019

Jika ‎Jokowi vs Prabowo Kembali Bertarung di 2019

Apa yang terjadi jika Pilpres 2019 nanti kembali terjadi seperti 2014, yaitu Jokowi vs Prabowo?

Jika itu terjadi, Partai Gerindra akan sangat diuntungkan. Sebab ini pertama kali pemilu nasional serentak, dalam satu TPS dan satu momen, pemilih mencoblos capres dan partai dalam pemilu legislatif.

"Besar kemungkinan mereka mencoblos capres untuk Pilpres, sejalan dengan mencoblos partai utama sang capres untuk Pileg,"‎ kata dia.

Ajie menjelaskan, dengan hadirnya Prabowo menjadi kandidat penantang Jokowi, otomatis melambungkan Partai Gerindra. Itu akan menjadi marketing strategis bagi Gerindra sendiri.

Survei ini dilakukan dengan responden 1.200 orang yang dipilih berdasarkan multi stage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 provinsi dari tanggal 7-14 Januari.

Load More