Suara.com - Dalam survei Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) menyebutkan Partai Demokrat lebih mendukung Joko Widodo untuk dicalonkan menjadi presiden di Pilpres 2019. Sementara dukungan ke ketua umum partainya sendiri, Susilo Bambang Yudhoyono tidak banyak.
Di pemilih Partai Demokrat, suara yang mendukung Jokowi lebih besar dibanding suara yang mendukung SBY.
Suara pemilih Demokrat mayoritas mendukung Presiden Joko Widodo untuk kembali maju sebagai calon presiden 2019 dibanding Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan sebanyak 22,5 persen pemilih Partai Demokrat memilih Jokowi sedangkan 20,0 persen memilih Yudhoyono.
"Pemilih Demokrat ke Jokowi sebesar 22,5 persen, kemudian pemilih Partai Demokrat yang memilih Yudhoyono sebesar 20,0 persen dan yang memilih Diretur Eksekutif Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 17,5 persen," ujar Rico dalam jumpa pers rilis survei bertajuk 'Lampu Kuning untuk Jokowi dan Pergerakan Suara Para Penantang' di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Kamis (22/2/2018).
Selain memilih Jokowi menjadi calon presiden yang akan maju di Pilpres 2019, pemilih Partai Demokrat juga menjatuhkan pilihannya kepada kandidat lainnya. Yakni yang memilih Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebesar 6,5 persen, yang memilih mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebesar 6,5 persen.
Kemudian pemilih Partai Demokrat yang memilih Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebesar 3,2 dan yang memilih Ketua Umum Partai Perindo sebesar 3,2 persen untuk maju di Pilpres 2019.
Rico menuturkan alasan suara pendukung Jokowi lebih besar di pemilih Partai Demokrat lantaran pemilih Demokrat masih mencari sosok yang tepat di Pilpres 2019.
"Sekarang pemilih lagi cari pemimpin yang tepat, karena AHY ini adalah sosok yang relatif, dari sisi senioritas tetap dibawah Pak Jokowi. Sehingga wajar saja dari 100 persen pemilihnya masih banyak pindah ke Jokowi. Yang patut dilihat brand Yudhoyono masih cukup kuat. (Suara) SBY dan AHY lebih tinggi kalau digabung," kata dia.
Baca Juga: Jokowi Benarkan Bertemu Mega di Istana Batu Tulis Bahas Pilpres
Maka dari itu, Rico menambahkan pimpinan Partai Demokrat dan AHY harus meyakinkan AHY pantas maju di Pilpres 2019.
"Pimpinan Partai Demokrat dan AHY harus bisa meyakinkan konstituennya sendiri bahwa AHY lebih bagus dari Pak SBY," ucap Rico.
Lebih lanjut, Rico menambahkan ada pemilih dari tiga partai yang mayoritas mendukung Jokowi di Pilpres 2019 yakni pemilih dari Partai PDI Perjuangan, Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa.
Untuk pemilih PDI Perjuangan yang mayoritas memilih Jokowi sebesar 70,5 persen, pemilih Partai Nasdem sebesar 72,4 persen dan pemilih PKB yang memilih Jokowi sebesar 49,3 persen.
"Dari 100 persen pemilih PDI Perjuangan, ada 70,5 persen yang memilih Jokowi dan 29,5 persen di antaranya pemilih alternatif atau belum memilih Jokowi," tandasnya.
Survei digelar pada 1 sampai 9 Februari 2018 dengan mengambil 1.000 responden dengan margin of error sebesar +/-3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
Terkini
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?
-
Wamenko Otto Hasibuan Sebut Korporasi Kini Jadi Subjek Hukum Pidana, Dunia Usaha Wajib Adaptasi
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
-
Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon