Bupati yakin aplikasi layanan tersebut dapat sukses karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia dan butuh kecepatan dalam pelayanan.
"Dengan adanya dua rumah sakit dan 20 Puskesmas di Kabupaten Gorontalo, kami menyadari belum semua warga dapat kita layani dengan jumlah penduduk mencapai 409.000 jiwa dan luas wilayah yang besar," kata Nelson lagi.
Sebagai aplikasi kesehatan yang melayani masyarakat selama 24 jam sehari, PAKDOK tidak menggunakan balasan dari sistem yang telah direkam secara otomatis untuk menjawab keluhan ataupun konsultasi dari pengguna.
Sebanyak 12 dokter siap sedia selama seharian penuh untuk melayani masyarakat Kabupaten Gorontalo. Salah satunya dr. Christina Maria.
Hingga saat ini, menurut dr. Christina, keluhan paling banyak yang masuk dari pengguna PAKDOk adalah sakit lambung, influenza, dan sakit kepala.
"Kami melayani konsultasi secara online dan memang tidak bisa memeriksa secara langsung. Jadi, kami mengatasi semua keluhan secara komprehensif untuk penyakit ringan," ungkap dia.
Menurut Christina, banyak juga keluhan masyarakat ke PAKDOK mengenai kondisi gula darah pasien yang rendah, bahkan beberapa di antaranya jatuh pingsan.
"Hasil analisa dari berbagai pertanyaan yang kita tanyakan ke pasien akan menuntun mereka ke rumah sakit ataupun fasilitas kesehatan terdekat," ujar dia.
Namun tidak hanya penyakit ringan saja, kata dia, untuk kasus sosial pun dapat ditanyakan ke PAKDOK jika pasien malu untuk berbicara atau bertemu dengan dokter, contohnya bau mulut.
Baca Juga: Jalur KA Cirebon Purwokerto Diharapkan Sudah Beroperasi Besok
Bahkan, ada juga pengguna yang mengonsultasikan masalah penyakit menular seksual. "Prinsip kami, semua kerahasiaan pasien terjaga dengan baik, dan kami melakukan konsultasi yang terpadu," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus