Suara.com - Pemuda yang gemar memakai kaus berkerudung kepala, mencintai sepak bola amatir, dan belum mampu menyelesaikan kuliah kesarjanaannya dalam Ilmu Politik itu diyakini mampu mendongkel Angela Merkel dari kursi Kanselir Jerman.
“Baby Face”—wajah bayi—demikian pemuda itu biasa dipanggil koleganya. Nama aslinya adalah Kevin Kühnert, seorang sosialis, penentang terkuat Angela Merkel sebagai kanselir.
Kühnert yang masih berusia 28 tahun tersebut merupakan pemimpin organisasi pemuda Jerman yang berafiliasi dengan Partai Sosial Demokrat (SPD).
SPD sendiri memunyai sejarah panjang dalam konfigurasi politik serta sosial Jerman. Berdiri sejak awal abad ke-20, partai itu dulu berhaluan revolusioner dengan tokoh terkenal seperti perempuan Marxis bernama Rosa Luxemburg. Kekinian, dalam peta ideologi politik, SDP disebut partai tengah-kiri.
Kühnert, seperti dilansir The New York Times, Sabtu (3/3/2018), telah berkeliling ke banyak daerah Jerman untuk meyakinkan anggota partai lainnya guna menolak kesepakatan dengan Merkel serta mengajak membangun sebuah kesepakatan koalisi baru sebagai oposan.
Jika koalisi baru yang digagas Kühnert terbangun, Merkel tak bakal bisa meraih suara mayoritas demi membikin formasi pemerintahannya yang stabil.
Dengan begitu, Merkel secara konstitusional bakal dilengserkan dari pucuk tertinggi kekuasaan Jerman.
Bintang Baru
Tiga bulan yang lalu, hanya sedikit orang yang pernah mendengar tentang Kühnert. Sekarang, wajahnya yang kekanak-kanakan ada di mana-mana.
Baca Juga: PDIP Berharap Jokowi-Prabowo Tak 'Head to Head' di Pilpres 2019
Dia merupakan pembicara reguler di acara temu wicara televisi nasional, dan disebut-sebut sebagai bintang baru politik Jerman.
Tapi dia juga sangat disukai elite politik jerman maupun Eropa, yang menghela napas lega ketika Merkel mengumumkan pada bulan lalu, bahwa dia telah mendapatkan mitra koalisi untuk membentuk pemerintahan guna mengakhiri masa 5 bulan goncang-ganjing politik.
Koalisi untuk membuat pemerintahan baru yang digawangi Partai Kristen Demokrat tersebut, diprediksi kembali runtuh setelah Kühnert bersemangat berkampanye agar publik maupun politikus urung bermita dengan Merkel.
Hasil kampanye Kühnert akan diuji pada Minggu (4/3) besok, ketika 463.000 kader SPD melakukan pemungutan suara: mendukung koalisi Merkel atau tidak.
Kalau hasil pemungutan suara mayoritas anggota SPD menolak, maka pemerintahan baru Merkel hanya didukung minoritas elite dan kemungkinan mengakhiri era Merkel di Jerman.
"Berkoalisi dengan Merkel akan berakibat buruk terhadap SDP dan kaum sosialis, menyebabkan buruknya demokrasi, dan merosotnya kesejahteraan rakyat,” kata Kühnert ketika diwawancarai sembari berjalan ke stasiun kereta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat