Suara.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menunggu hasil pemeriksaan ahli kontruksi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi guna menelusuri indikasi tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan underpass di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Penelusuran dugaan korupsi itu menyusul tragedi runtuhnya dinding underpass yang menewaskan satu korban jiwa.
"Itu teknis yang bisa menguji dan mengetahui itu ahli. Kita nggak ada keahlian dalam konstruksi kita enggak bisa berasumsi ada ini dikurangi. Ahli harus secara teknis secara keilmuan menjelaskan kepada kita," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Deriyan Jayamerta di Polda Metro Jaya, Kamis (15/3/2018).
Adi beralasan belum bisa menjelaskan dugaan awal polisi mengendus adanya praktik korupsi dalam proyek yang digarap PT. Waskita Karya tersebut. Sebab, kata dia ahli kontruksi masih menelusuri soal teknis pembangunan proyek underpass Bandara Soetta.
"Makanya itu dulu kita dapatkan nah memang ada secara kasat mata ada yang jatuh runtuh tetapi kita tidak bisa bilang ini karena runtuh nggak harus berbicara pada sisi teknis. Sisi teknisnya apa? Nah itu yang nanti oleh ahli dijelaskan kepada kami," katanya.
Selain dari sisi teknis pembangunan, polisi juga meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan untuk menelisik apakah ada kejanggalan dalam anggaran proyek tersebut.
Apabila hasil pemeriksaan saksi sudah dikumpulkan, nantinya polisi akan melakukan gelar perkara guna menentukan apakah kasus tersebut bisa ditingkatkan penyidikan atau tidak.
"Dalam prosesnya kan kita nggak sendiri tapi kita dibantu tim audit dari temen-temen BPK ya," kata Adi.
Sebelumnya, Kepala Subdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ferdy Irawan menjelaskan polisi telah menyita dokumen PT. Waskita Karya guna mempelajari anggaran proyek underpass Bandara Soetta.
Baca Juga: Sejak 10 Maret 2018, Tiket Kereta Bandara Soeta Diskon 50 Persen
"Kami sedang periksa dokumen (PT. Waskita Karya) yang diantaranya berkaitan dengan anggaran (proyek underpass)," kata Ferdy saat dikonfirmasi, Kamis (8/3/2018).
Selain menyita dokumen, polisi juga telah memeriksa beberapa saksi dari perwakilan PT. Waskita Karya.
"Sudah diperiksa semua (PT. Waskita Karya)," kata dia.
Kasus ini ditangani Polda Metro Jaya setelah dilimpahkan Polres Bandara Soetta. Alasan pelimpahan lantaran ada indikasi korupsi berkaitan dengan proyek underpass tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan