Suara.com - Seorang lelaki di India tewas setelah rekan kerjanya yang iseng memasukkan ujung selang kompresor ke dalam lubang anusnya dan mengisi angin ke dalam tubuhnya.
Seperti yang diwartakan India Today, Sabtu (17/3/2017), lelaki bernama Ravindra Kumar yang berusia 40 tahun itu, tewas setelah dirawat selama 30 jam di rumah sakit. Ia meninggal pada Kamis malam (15/3/2018).
Peristiwa itu sendiri terjadi di Nangloi, New Delhi, India. Pelakunya adalah Anjam Mishra, yang tak lain dari rekan kerja Kumar.
Mishra, seperti diterangkan polisi, tadinya berniat untuk bergurau saja. Ia memasukkan selang ke dalam rektrum Kumar, setelah melihat celana rekannya itu turun saat sedang mengisi angin pada ban bajaj.
Setelah insiden itu, pemilik bengkel dan Mishra kembawa Kumar ke rumah sakit terdepan. Kumar lantas dirawat di ruang gawat darurat. Keduanya sempat mengarang-ngarang cerita terkait kondisi Kumar.
Dalam pemeriksaan, dokter mengaku menemukan masalah serius pada rektum Kumar.
"Pihak rumah sakit memberitahu kami masalah yang dihadapi pasien dan ketika diiterogasi, Mishra mengakui kejahatannya," kata pejabat polisi yang menangani kasus tersebut.
Mishra kini telah ditahan oleh polisi. Ia akan didakwa melakukan pembunuhan tak berencana.
Ini bukan kasus kematian pertama yang disebabkan oleh angin bertekanan tinggi yang dimasukkan ke dalam tubuh.
Kasus serupa pernah terjadi di Bangladesh pada 2016 lalu, ketika seorang buruh pabrik membunuh seorang bocah 10 tahun dengan memasukkan selang kompresor ke dalam anus bocah malang tersebut.
Masih di Bangladesh pada tahun yang sama, serang remaja 12 tahun yang bekerja di bengkel sepeda motor juga dibunuh dengan cara keji tersebut.
(Priscill Trisna)
Tag
Berita Terkait
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Kasus Menantu Jadi Pelaku Kekerasan: Apa yang Sebenarnya Salah dalam Relasi Keluarga?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret