Suara.com - Satu orang tewas dan tujuh lainnya dilaporkan cedera setelah sebuah ledakan menyerang bangunan luar masjid kaum Syiah di kota Herat, barat Afghanistan pada, Minggu (25/3/2018) waktu setempat.
Pejabat setempat menyatakan, dua pembom bunuh diri berusaha merangsek masuk ke area masjid.
Namun, diblokade pihak keamanan, dimana salah satu pembom meledakkan diri yang memicu terjadinya korban jiwa kaum Syiah.
"Satu tewas ditembak dan satunya lagi menekan bahan peledaknya yang menyebabkan timbulnya korban," kata pejabat tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Senin (26/3/2018).
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah pernyataan ke median, namun tanpa memberikan bukti atas klaim itu.
Lokasi terjadinya ledakan kini telah ditutup pihak kepolisian Afghanistan.
Kaum Syiah merupakan minoritas di Afghanistan dan sering kali mendapat teror dari kelompok ISIS ataupun yang berafiliasi dengan mereka.
Serangan itu terjadi beberapa hari setelah seorang pembom bunuh diri ISIS menyerang sekelompok kaum Syiah yang tengah merayakan Tahun Baru Persia di Kabul, Ibu Kota Afghanistan, yang menewaskan sedikitnya 30 orang.
Baca Juga: Sebulan Diburu Polisi, Pembom Berantai Texas Ledakkan Diri
Berita Terkait
-
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Patahkan Stigma Iran 'Seram', Traveler Ini Bagikan Pengalaman Salat di Masjid Syiah
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya