Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung meminta seluruh calon kepala daerah dan tim pendukung/tim suksesnya tidak melakukan intimidasi atau kekerasan terhadap jurnalis.
Ketua AJI Bandarlampung Padli Ramdan mengingatkan, jangan sampai kekerasan terhadap jurnalis di Kota Ambon terjadi di daerah lain yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018. Hal ini menyikapi adanya tindakan kekerasan terhadap dua jurnalis di Ambon yang diduga dilakukan oleh calon gubernur Maluku Said Assagaff dan tim pemenangannya, Kamis (29/3). Dua jurnalis yang mengalami kekerasan adalah Abdul Karim Angkotasan dan Sam Usman Hatuina (Rakyat Maluku).
"AJI Bandarlampung mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh calon kepala daerah dan tim suksesnya," katanya melalui keterangan tertulisnya.
Dia menegaskan, dalam bekerja, jurnalis dilindungi Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja jurnalis dapat dijerat hukuman pidana.
"Kami mengecam aksi kekerasan jurnalis di Ambon, dan mendorong aparat kepolisian menindak tegas dan menghukum pelaku dengan memakai UU Pers," ujar Padli.
Sementara itu, Koordinator Bidang Advokasi AJI Bandarlampung Rudiyansyah berharap kejadian kekerasan terhadap jurnalis di Ambon tidak terjadi pada jurnalis di Lampung. Karena itu, ia menegaskan agar semua calon kepala daerah di Lampung untuk tidak alergi dengan media massa dan jurnalis yang menjalankan tugas-tugasnya sesuai UU Pers.
Menurutnya, semua calon kepala daerah beserta tim suksesnya harus memahami UU Pers dengan baik, sehingga tidak mengulangi kasus kekerasan terhadap wartawan. AJI juga mendesak agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat mengingatkan dan menegur calon kepala daerah dan tim kampanye calon yang tidak terbuka dengan media massa dan melakukan pelanggaran terhadap UU Pers.
Berdasarkan informasi dari AJI Ambon, kronologis kekerasan terhadap dua jurnalis Abdul Karim dan Sam Usman Hatuina bermula saat Sam mengambil foto calon petahana gubernur Maluku Said Assegaf, yang melakukan pertemuan dengan sejumlah aparatur sipil negara Pemprov Maluku dan petinggi partai politik di salah satu kafe di Kota Ambon.
Mengetahui pertemuan itu difoto wartawan, beberapa tim sukses Said Assegaf memaksa Sam menghapus fotonya. Said juga ikut mendesak Sam menghapus foto itu.
Baca Juga: Jadi 'Otak' Intimidasi Toko Obat, Anggota FPI Jadi Tersangka
Tak cukup sampai di situ, ada beberapa orang lain menghampiri Sam dan merampas ponselnya serta mengintimidasi. Abdul Karim yang keberatan dengan aksi tim sukses calon mendapatkan kekerasan. Ia ditampar seorang anggota tim sukses.
Atas kejadian tersebut korban telah melapor di Polda Maluku dengan dua materi laporan yakni penganiayaan dan upaya menghalang-halangi kerja jurnalis sebagaimana ketentuan pidana pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Profil Ze Pedro, Eks Benfica dan Portugal yang Latih Timor Leste Lawan Timnas Indonesia
-
2 Varian Sunscreen Anessa untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Bisa Mengurangi Flek Hitam
-
Dulu Janji di Depan KPK Tak Mau Korupsi, Bupati Pemalang Anom Malah Kena OTT
-
Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
-
Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan
-
Cukur Kamboja 5-1, Timnas Indonesia Belum Aman: Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026 Masih Rumit
-
Jufri Rahman: Wastra Sulsel Terus Dikembangkan Agar Berdaya Saing
-
Profil Hendi Prio Santoso: Dari Dirut PGN, MIND ID Hingga Resmi Jadi Koruptor
-
Daftar Harga Mobil Listrik BYD 2026: Cek Budget Kamu Mulai Rp199 Juta Sampai Rp750 Juta
-
Emas 1 Kg hingga Bisnis SPBE: Upeti Mewah Moch Mahrus demi Menguras Dana Hibah Jatim