News / Metropolitan
Rabu, 04 April 2018 | 18:21 WIB
Putri Presiden Pertama Republik Indonesia Sukmawati Soekarnoputri didampingi putri Wakil Presiden Pertama Muhammad Hatta, Halida Hatta usai memberikan keterangan pers di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (4/4).

Suara.com - Dua pentolan Persaudaraan Alumni 212—organisasi eks demonstran anti-Ahok pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017—menerima permintaan maaf Sukmawati Soekarnoputri soal kontroversi puisi ”Ibu Indonesia”.

Kedua pentolan organisasi itu adalah Kapitra Ampera dan Eggy Sudjana.

"Allah selalu membuka pintu maaf, jika dia sudah minta maaf ya kita maafkan," kata Kapitra kepada Suara.com, Rabu (4/4/2018).

Ia mengatakan, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi putri mendiang Presiden pertama RI Soekarno tersebut.

"Minta maaf kan baik, kita tak boleh suudzon (berprasangka buruk), tak boleh sadis," tambahnya.

Sementara Eggy menegaskan, pihaknya telah memaafkan Sukmawati tapi tak berarti menghentikan proses hukum di kepolisian.

"Minta maaf kan boleh-boleh saja. Tapi proses hukum jalan terus,” tukasnya.

Ia menjelaskan, kasus Sukmawati ini seperti mengulang perkara mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga tersandung persoalan penistaan agama.

”Jadi, tindakan tersebut harus ditindak tegas oleh hukum agar ada efek jera,” tandasnya.

Baca Juga: Pimpinan Komisi II DPR: Cuti Kampanye Presiden Bukan Kewajiban

Load More