Suara.com - Kementrian Hukum dan Ham melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) akan memberikan sanksi tegas bagi petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang terbukti melakukan praktik peredaran narkoba.
"Jelas, diberhentikan. Sudah 200-an orang (petugas lapas) yang diberhentikan pertahun," ungkap Sekertaris Jendral Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto disela-sela Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan tahun 2018 di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Menurut Bambang, hal itu dilakukan sebagai upaya Kemenkumham dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) untuk menguatkan tata laksana dan penerapan standar operasional (SOP) di lembaga pemasyarakatan.
Sejalan dengan itu, Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mardjoeki mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya kebijakan memberhentikan pegawai bandel cukup efektif dalam mengurangi praktik peredaran narkoba di kawasan lapas.
"Jadi trennya (praktik peredaran narkoba) menurun ya, di 2015 mencapai 200 sekian pegawai (yang dikeluarkan), tahun 2016 itu menurun, tahun 2017 itu ada 137 (pegawai) yang dikeluarkan," kata Mardjoeki di Hotel Sari Pan Pacifik, Rabu (4/4/2018).
Mardjoeki pun menghimbau, kebijakan tegas Kemenkumham dan Ditjen PAS harus dijadikan refleksi bahwa tak ada lagi ruang bagi para oknum yang ingin menyalahgunakan wewenangnya di kawasan lembaga pemasyarakatan.
Berita Terkait
-
Tak Cuma Izin WNA! KPK Berpeluang Bongkar Korupsi Sektor Lapas di Kasus Silmy Karim
-
Lapas Surabaya Hadirkan Wartelsuspas Digital untuk Warga Binaan
-
Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister
-
Sambo S2 di Lapas Pakai Beasiswa, Logika Kita yang Rusak atau Dia yang Sakti?
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai