Suara.com - Pendamping keluarga korban tewas pembagian Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Monas, Robi Andriana mengatakan, penyelenggara acara yakni Forum Untukmu Indonesia telah mendatangi rumah korban untuk memberikan uang bela sungkawa atas meninggalnya Mahesa Bin Junaedi (12) dan Rizki Saputra (10) pada Senin (30/4/2018).
Robi menuturkan, Forum Untukmu Indonesia memberikan uang bela sungkawa dengan jumlah yang berbeda yakni kepada keluarga mendiang Rizki sebesar Rp 5 juta dan kepada keluarga mendiang Mahesa sebesar Rp 10 juta.
“Kemarin katanya ada ajudan bagian dari penyelenggara cuma bela sungkawa aja bawa uang belasungkawa kurang lebih Rp 5 juta, cuma bela sungkawa. Kalau Mahesa informasinya Rp 10 juta. Ini kan kenapa beda,” ujar Robi kepada Suara.com, Selasa (1/5/2018).
Tak hanya itu, Robi menyebut pihak penyelenggara memaksa Kokom, ibu dari Rizki untuk menerima uang bela sungkawa tersebut. Kata Robi, ibunda Rizki tak ingin uang bela sungkawa, namun tetap menuntut kejelasan atas kematian putranya di acara tersebut.
“Sebenarnya ibu Kokom nggak mau, ini dipaksa untuk (terima) uang bela sungkawa aja. Karena dari keluarga ibu Kokom pengen menuntut kejelasan,” kata dia.
Karena itu Robi yang merupakan anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan Pademangan tetap meminta pertanggungjawaban dari Forum Untukmu Indonesia lantaran ada korban tewas saat pembagian sembako.
“Dari pihak keluarga nggak menilai dari uang, harga nyawa nggak bisa dinilai, tetap akan menuntut,” ucapnya.
Ia pun menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mendatangi keluarga Mahesa dan Rizki untuk memberikan penjelasan bahwa acara pembagian sembako di Monas bukan merupakan acara Pemprov Jakarta
“Sudah datang dari Dinas Pariwisata dan perwakilan lurah, LMK Pademangan Barat, kalau itu menjelaskan bahwa klarifikasi terkait acara. Jadi tidak ada hubungannya dengan pemprov," kata Robi.
Baca Juga: Kisah Mahesa dan Rizki, Bocah yang Tewas saat Pembagian Sembako
"Jadi surat izinnya penyelenggara hari tari sedunia, sama FUI sempat dilarang, menurut dinas tidak boleh ada sembako tapi tetap dipaksa (FUI) untuk acara sembako," Robi menambahkan.
Berita Terkait
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
-
KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa
-
Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali
-
Link dan Cara Daftar Antrean KJP Online Maret 2026, Ambil Sembako Murah Tanpa Berdesakan
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter