News / Nasional
Rabu, 06 Juni 2018 | 00:30 WIB
Menkes Nila F. Moeloek saat menghadiri HUT Polwan Ke-69 di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, di Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Senin (11/9/2017). (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyebut data kecelakaan para pemudik lebaran yang memakai kendaraan roda dua lebih banyak pada tahun lalu. Hal itu disebabkan banyaknya kecelakaan terjadi di luar tol yang mungkin kurangnya penjagaan anggota polisi dibanding di dalam ruas tol.

"Kalau data menunjukkan betul, non tol lebih banyak (terjadi kecelakaan). Mungkin karena kepada kalau tol dijaga sih (anggota polisi). Begitu lepas dari kemacetan bablas dan umumnya anak muda umur - umur 15 sampai 19 tahun dan naik motor," kata Nila di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).

Maka itu, Nila meminta kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengintrusikan jajarannya untuk lebih menambah jumlah personil untuk mengantisipasi kejadian kecelakaan diluar ruas jalan tol tersebut.

"Kami mengingatkan kepada pak Kapolri tertinggi di daerah Tuban dan Nganjuk tahun lalu. Tapi, kan bisa juga itu daerah persimpangan dari Bali ke Jawa dan Jawa ke Surabaya. Nah, itu biasanya dengan jam tertentu," ujar Moeloek

Menurut Nila, jam - jam rawan kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB bagi para pemudik yang ingin berlebaran di kampung halaman.

"Kadang malamnya dia nggak tidur atau jam - jam sore itu rawan. Saya sendiri juga ngantuk kalau dah sore," kata Nila

Nila pun bersama jajarannya dalam menjaga pemudik berlebaran tetap aman selama berkendaraan menyiapkan kendaraan roda dua berbentuk ambulan. Diketahui pada umumnya mobil ambulan untuk pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan.

"Kami tetap siaga, punya ambulan motor karena kami saling kontak selain ambulans empat roda macet agak susah. Makanya kami bikin ambulans dua roda," ujar Nila

Nila menambahkan sudah menempatkan ambulan motor di sejumlah daerah jelang lebaran tersebut.

"Itu diberbagai kota. Dari Sumatera, Sulawesi Selatan juga ada. Jawa memang lebih banyak. Tapi kami juga sudah sampai Toraja ada," kata Nila.

Load More