Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyebut data kecelakaan para pemudik lebaran yang memakai kendaraan roda dua lebih banyak pada tahun lalu. Hal itu disebabkan banyaknya kecelakaan terjadi di luar tol yang mungkin kurangnya penjagaan anggota polisi dibanding di dalam ruas tol.
"Kalau data menunjukkan betul, non tol lebih banyak (terjadi kecelakaan). Mungkin karena kepada kalau tol dijaga sih (anggota polisi). Begitu lepas dari kemacetan bablas dan umumnya anak muda umur - umur 15 sampai 19 tahun dan naik motor," kata Nila di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).
Maka itu, Nila meminta kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengintrusikan jajarannya untuk lebih menambah jumlah personil untuk mengantisipasi kejadian kecelakaan diluar ruas jalan tol tersebut.
"Kami mengingatkan kepada pak Kapolri tertinggi di daerah Tuban dan Nganjuk tahun lalu. Tapi, kan bisa juga itu daerah persimpangan dari Bali ke Jawa dan Jawa ke Surabaya. Nah, itu biasanya dengan jam tertentu," ujar Moeloek
Menurut Nila, jam - jam rawan kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB bagi para pemudik yang ingin berlebaran di kampung halaman.
"Kadang malamnya dia nggak tidur atau jam - jam sore itu rawan. Saya sendiri juga ngantuk kalau dah sore," kata Nila
Nila pun bersama jajarannya dalam menjaga pemudik berlebaran tetap aman selama berkendaraan menyiapkan kendaraan roda dua berbentuk ambulan. Diketahui pada umumnya mobil ambulan untuk pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan.
"Kami tetap siaga, punya ambulan motor karena kami saling kontak selain ambulans empat roda macet agak susah. Makanya kami bikin ambulans dua roda," ujar Nila
Nila menambahkan sudah menempatkan ambulan motor di sejumlah daerah jelang lebaran tersebut.
"Itu diberbagai kota. Dari Sumatera, Sulawesi Selatan juga ada. Jawa memang lebih banyak. Tapi kami juga sudah sampai Toraja ada," kata Nila.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan