Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menegaskan anak-anak yang menjadi korban dalam jaringan terorisme harus ditangani secara baik. Dirinya menyatakan tidak ada diskriminasi terhadap siapapun dalam melakukan pembinaan. Termasuk anak-anak pelaku terorisme.
Menurut dia, Kementerian Sosial akan melakukan perawatan terhadap anak-anak korban jaringan terorisme. Anak-anak tersebut akan dibina guna menghilangkan traumatik dan bersih dari paham radikal.
"Seperti kita ketahui, sesuai dengan undang-undang, (anak-anak pelaku terorisme) memiliki hak yang sama dengan anak bangsa lain. Perlu dibina agar memiliki hak untuk hidup, berkembang dan memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan secara adil. Mereka diperhatikan oleh Negara," kata Idrus di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/6/2018).
Idrus mengaku telah berbicara banyak kepada anak-anak korban terorisme pelaku bom di Surabaya saat Polda Jawa Timur menyerahkan mereka kepada Kementerian Sosial di Bandara Halim Perdana Kusuma Selasa (12/6/2018) sore. Ia pun memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak korban jaringan terorisme itu.
"Saya katakan kepada mereka, bahwa anda semua tidak perlu ragu. Presiden telah memberi perintah kepala saya bahwa anak-anak teroris yang merupakan korban dari jaringan perlu mendapatkan perhatian," katanya.
Idrus menjelaskan, penanganan terhadap anak-anak korban terorisme harus dilakukan secara terpadu. Hal tersebut harus berkesinambungan dan dilakukan secara menyeluruh.
"Prinsip ini yang disampaikan Pak Joko Widodo harus seperti itu. Tidak boleh terputus. Cara seperti ini kita dapat proyeksikan bila ini kita tangani secara serius maka pelan-pelan tapi pasti paham radikal dapat kita netralkan," tandas Idrus.
Sebelumnya Polda Jawa Timur menyerahkan tujuh anak korban terorisme kepada Kementerian Sosial untuk direhabilitasi. Tujuh anak tersebut terdiri dari empat perempuan dan tiga laki-laki.
Berita Terkait
-
Negara Rahasiakan Tempat Pembinaan Anak-anak Korban Terorisme
-
Isi Curhat Anak-anak Pelaku Bom Surabaya Kepada Wali Kota Risma
-
Keluarga Soeharto Perintis Golkar, Idrus Kaget Titiek Hengkang
-
Begini Kemewahan Fasilitas Kereta Api Luxury Sleeper
-
Usai Diserang Teroris, Surabaya Perketat Pengamanan Lebaran
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital
-
Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang
-
HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
Kado HUT Bhayangkara ke-80, Polda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi