Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta atau BKP Pantura Jakarta. Pembentukan badan itu sekaligus untuk menggarap proyek reklamasi Teluk Jakarta yang selama ini dihentikan sementara.
Langkah Anies melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta dinilai sebagai bentuk pelanggaran janji saat kampanye. Beberapa pihak pun mempertanyakan keputusan sang gubernur. Salah satunya adalah Wakil Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta, Rian Ernest.
Ia mempertanyakan janji Gubernur Anies Baswedan soal reklamasi di Teluk Jakarta. Saat kampanye di Pilkada Jakarta 2017 lalu, hingga awal menjabat sebagai gubernur, Anies masih menyatakan tetap menolak proyek reklamasi 17 pulau untuk dilanjutkan.
Namun tiba-tiba Anies mengeluarkan Pergub DKI Jakarta Nomor 58 Tahun 2018 tentang Pembentukan, Organisasi, dan Tata Kerja Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Padahal beberapa hari sebelumnya, Anies bersama ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) baru saja menyegel ratusan bangunan di pulau reklamasi yang dinyatakan tidak memiliki izin mendirikan bangunan atau IMB.
"Sekarang menarik saja kalau bapak (Anies) sebelumnya menolak, sekarang tiba-tiba reklamasi telah digulirkan," ujar Rian kepada Suara.com, Rabu (13/6/2018).
Mantan staf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini juga menyinggung langkah Anies, yang pada pekan lalu ikut turun dalam penyegelan ratusan bangunan tak berizin di Pulau D yang merupakan bagian dari proyek reklamasi. Saat itu, Anies beralasan, Pemprov DKI sedang menunggu rampungnya Perda Rencana Tata Ruang Zonasi untuk melanjutkan reklamasi Teluk Jakarta.
"Kemarin kita lihat pulau C dan D (yang disegel), itu bahkan kalau nggak salah dari zaman Pak Ahok sudah digulirkan. Kalau Pak Anies benar tolak reklamasi kan, saya nggak tahu ya (harus bagaimana), tapi bisa saja mungkin bangunannya dirubuhkan," kata Rian.
Lebih jauh Rian mengatakan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dinilai belum melakukan sejumlah langkah yang konkret untuk menunaikan janji kampanyenya soal reklamasi.
"Kta bisa simpulkan, beliau makin ke sini nggak konsisten dengan janji kampanyenya. Kita tahu proyek reklamasi dari awal debat selalu dibawa-bawa Pak Anies kan?" katanya.
Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah di Toilet SPBU Ternyata Orang Tak Waras
Kalau benar Pemprov DKI di era Anies dan Sandiaga Uno ingin melanjutkan reklamasi, maka kata Rian, rakyat yang sudah memilih pasangan Anies-Sandi telah dibohongi.
"Ya dong. Kan sebagian rakyat yang pilih dia kan (karena) 'Oh nggak akan melanjutkan reklamasi.' Tapi sekarang reklamasi dilanjutkan. Nggak baik kan, akhirnya warga merasa tertipu," katanya lagi.
Sebelumnya, pembentukan BKP Pantura melalui Pergub Jakarta Nomor 58 Tahun 2018 oleh LBH Jakarta dinilai sebagai bagian dari rencana Anies untuk melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta.
"Seperti diketahui khalayak ramai, Anies-Sandiaga menyatakan secara terbuka dan menggebu-gebu bahwa dirinya akan menghentikan reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir dan segenap warga Jakarta, ketika kampanye pemilihan kepala daerah Jakarta yang lalu," bunyi pernyataan yang diteken oleh Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta.
"Janji penghentian reklamasi tersebut merupakan poin nomor 6 dari 23 janji politik Anies-Sandiaga. Suatu utang yang harus dibayar kepada pemilihnya yang percaya bahwa janji tersebut akan terwujud. Namun, janji sepertinya tinggal janji saja," demikian isi pernyataan itu lebih lanjut.
Pada Pasal 4 Pergub yang diteken Anies itu disebutkan bahwa Badan Pelaksanaan akan mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan reklamasi.
Menurut koalisi itu, fungsi dari badan tersebut adalah mengkoordinasikan teknis reklamasi, penataan pesisir, peningkatan sistem pengendalian banjir, fasilitasi proses perizinan reklamasi, dan bahkan mencantumkan optimalisasi dan evaluasi atas pemanfaatan tanah Hak Guna Bangunan yang sudah ada oleh perusahaan mitra yang tak lain adalah para pengembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar
-
Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?