Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan akan mendorong 21 ribu kadernya mendaftar menjadi anggota legislatif di Pemilihan Umum 2019. PDIP menjamin tak satu pun kadernya pernah terlibat dalam kasus korupsi, narkotika, dan pedofil dan kasus terorisme.
"Betul (21 ribu caleg itu semuanya bersih)," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).
Hasto mengatakan PDIP sangat berkomitmen untuk mencalonkan kader-kader terbaiknya. Dia mengatakan PDIP tidak mentolerir kader-kadernya yang terlibat dalam kasus korupsi, apalagi ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
"Bagi PDIP sendiri mereka yang terkena OTT KPK itu, kami berikan sanksi pemecatan seketika, hanya PDIP yang melakukan itu. Dan kemudian bagi mereka yang menyalahgunakan kekuasaan dengan korupsi kami pecat," katanya.
Dengan dipecatnya kader-kader yang bermasalah tersebut, maka secara otomatis tidak ada lagi anggota partai yang pernah terlibat dalam kasua korupsi. Karenanya, aturan tentang partai harus mencalonkan orang yang bersih tidak dipermasalahkan oleh PDIP.
"Sehingga otomatis karna mereka tidak ber-KTA PDIP, otomatis tidak bisa mencalonkan sebagai caleg. Jadi ada atau tidak ada peraturan, kami konsisten, bahkan dalam pilkda serentak kami lakukan," kata Hasto.
Dia bahkan menceritakan pengalaman partainya pada Pilkada serentak Juni lalu. Kata dia, salah satu kader partai yang memiliki elektabilitas tinggi, tidak dicalonkan oleh partai karena korupsi.
"Di beberapa waktu yang lalu ada satu keluarga yang menunjukan praktek korupsi secara luar biasa. Meskipun punya kecenderungan elektabilitas tinggi kami tidak calonkan. Kami tidak ada calon kepala daerah yang berstatus tersangka, karena itu adalah sikap politik dari partai," tutupnya.
Diketahui, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor. 20 Tahun 2018 yang sudah disahkan oleh KPU melarang setiap yang pernah terlibat dalam kasus korupsi, narkotik, dan pelecehan seksual terhadap anak-anak untuk maju dalam Pemilu.
Baca Juga: Airlangga - SBY Bersamuh, PDIP Tak Takut Ditinggal Golkar
PDIP sendiri memiliki kader yang terjerat dalam kasus korupsi. Namun, saat diproses di KPK, PDIP langsung memecat kadernya tersebut dari keanggotaan partai.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran