Suara.com - Perampok SKR (33) dan H (32) sadis dan raja tega dalam beraksi. Mereka mengincar rumah untuk dirampok dan juga memperkosa perempuan pemilik rumah.
Tapi aksi mereka terhenti setelah tertangkap Tim Kriminal Anti Bandit (Tekab) 308/Landar Satreskrim Polres Lampung Barat, bersama anggota Subdit III Jatantras Polda Lampung. Mereka merupakan komplotan perampok serta pemerkosa yang sudah berulang kali beroperasi.
Dua pelaku yang berhasil ditangkap pada operasi yang dilaksanakan Sabtu (14/8/2018). Pelaku yang diamankan, SKR (33) dan H (32) warga Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang selama menjadi target operasi (TO) jajaran kepolisian.
Kapolres Lambar AKBP Tri Suhartanto aksi mereka terbilang tidak begitu senyap. Sebab mereka mendobrak pintu dan menakut-nakuti korbannya.
“Modus para pelaku melancarkan aksinya, dengan cara mendobrak pintu dan masuk mengintimidasi korban, dan menyuruh korban untuk menunjukkan tempat menyimpan barang berharganya, selain itu juga pelaku berpura-pura bertamu sebelum beraksi," kata Tri.
Untuk Barang Bukti (BB) juga sudah disita berupa pisau, senpi berikut proyektil dan dompet berisi identitas pelaku, satu tas kecil, HP.
“Ini adalagi yang paling menyedihkan, setelah mereka melakukan perampokan, mereka juga melakukan pemerkosaan terhadap korbannya. Ini menurut keterangan dari pelaku dan korban,” jelas Tri.
Ia menambahkan, keduanya melakukan perlawanan saat akan ditangkap bahkan mengeroyok petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas, hingga salah satu meninggal dunia terkena tembakan dibagian dada yang tembus ke punggung.
"Sementara pelaku berisinial H masih hidup dengan luka tembak di bagian lutut kaki, dan sementara waktu menjalani perawatan di rumah sakit,” terangnya.
Baca Juga: Turis Cina Diperkosa 2 Lelaki saat Mau Lihat Mumi di Papua
Sementara itu, petugas medis di IGD RSUD Alimuddin Umar dr. Miftah mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penanganan terhadap dua orang pasien, yang dibawa oleh pihak kepolisian dengan mengalami luka tembak, di bagian punggung dan kaki.
”Kedua pasien yang kami tangani itu, satu diantaranya sudah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit. Dari pemeriksaan yang kami lakukan, untuk pasien yang meninggal itu diperkirakan baru beberapa jam sebelum sampai di rumah sakit, untuk satu orang pasien lainnya masih menjalani perawatan akibat luka tembak, dan saat ini kondisinya stabil,” pungkas Miftah. (saibumi.com/Jaringan Suara.com)
Berita Terkait
-
Istri Tak di Rumah, KL Berkali-kali Setubuhi Adik Ipar
-
Kesaksian Warga : Baku Tembak Kaliurang Bukan Karena Perampokan
-
Aksi Nakal 5 Remaja Bali, Pukul dan Rampok Pengemudi Ojol
-
Sasar Rumah Mewah, Komplotan Perampok Sandera Warga di Pekanbaru
-
Seorang Debt Collector Jadi Otak Pencurian Minimarket Lintas Kota
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
-
Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
-
Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan
-
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik
-
Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori
-
Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna
-
Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul
-
Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada