Suara.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang terjadi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak akan menimbulkan tsunami.
"Mengapa tidak membangkitkan tsunami?, tsunami akan diaktifasi oleh BMKG ketika gempanya di atas 7 SR, kedalaman kurang dari 20 kilometer dan berada di laut," ujar Sutopo saat konferensi pers Penanganan Bencana Gempabumi 6,4 SR di Lombok Timur, NTB, di Ruang Pusdalops, Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (30/7/2018).
Menurut Sutopo, gempa yang terjadi Minggu (29/7/2018) kemarin, dengan kedalam gempa 10 kilometer. Sehingga guncangan yang terjadi sekitar 10 detik sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya Lombok Timur.
"Sehingga banyak bangunan yang roboh dan menimpa beberapa warga masyarakat yang ada di sana. Gempa ini dipicu akibat aktivitas sesar naik Flores dan dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik," katanya menjelaskan.
Hingga Senin pagi, gempa susulan masih terjadi sebanyak 276 kali. Namun, gempa yang dirasakan warga tidak sekuat saat pertama gempa.
"Gempa susulan terjadi dalam kisaran kedalaman dangkal yaitu 5 sampai 10 kilometer," kata Sutopo.
Sutopo menyebut gempa susulan yang skalanya lebih kecil meruapakan hal yang wajar. Karena gempa tersebut, 16 orang meninggal (satu WN Malaysia), korban luka sebanyak 355 jiwa dan 5.141 orang mengungsi. Sedikitnya 1454 rumah rusak.
"Karena trauma, sebagian masyarakat saat ini belum berani masuk ke rumah masing-masing. Mereka masih tinggal di tempat-tempat, lapangan, pos pengungsian," ujarnya lagi.
"Karena gempa masih dirasakan meskipun intensitasnya rendah, gempa kemarin dirasakan terutama di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, dan Pulau Bali," katanya.
Baca Juga: Jasad WN Malaysia yang Tewas saat Gempa Lombok Sudah Dipulangkan
Berita Terkait
-
Jasad WN Malaysia yang Tewas saat Gempa Lombok Sudah Dipulangkan
-
Duka Gempa NTB, Ainul Taksim Tewas Tertimpa Batu Longsor Rinjani
-
TNI Turunkan 140 Anggota Kopassus Evakuasi Pendaki Rinjani
-
WN Malaysia Tewas saat Gempa Lombok Setelah Mendaki Rinjani
-
Gempa Lombok, BNPB: 16 Tewas, 5.141 Orang Mengungsi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada
-
Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'