Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menghadiri pertemuan Partai Gerindra, PKS dan PAN. Pertemuan itu sedang berlangsung di kediaman konglomerat terbesar Indonesia di jaman orba, Maher Algadri di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018).
Berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya yang turun di area rumah, Zulkifli keluar dari mobil di depan rumah Maher dan langsung menyapa awak wartawan.
"Assalammualikum," kata Zulkifli yang tiba sekitar pukul 20.50 WIB.
Zulkifli yang mengenakan pakaian kasual dengan jaket berwarna biru. Ia pun didampingi oleh Ketua DPP Yandri Susanto dan Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap.
Ia enggan membeberkan agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut. Ia hanya menyebut kedatangannya itu untuk bersilahturahmi.
"Nggak tahu saya cuman diminta bisa hadir atau nggak. Kalau untuk silahturahmi kan teman-teman tahu pertemuan di mana juga saya datang," katanya.
Selain Zulkifli, tampak hadir pula beberapa elite dari partai-partai tersebut. Dari pantauan Suara.com, beberapa petinggi partai Gerindra seperti Rachmawati Soekarnoputri, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani telah hadir lebih awal.
Sedangkan dari PKS, tampak hadir Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Dewan Syuro Salim Segaf Al-Jufri. Dari pihak PAN sendiri terlihat Sekjen PAN Eddy Soeparno hadir lebih dahulu.
Untuk diketahui, pertemuan ketiga partai itu rencananya akan membahas perihal kelanjutan dari paket capres cawapres yang direkomendasikan oleh 600 ulama dari seluruh Indonesia.
Baca Juga: Kubu Jokowi dan Prabowo Dinilai Akan Mainkan Politik Identitas
Rekomendasi itu merupakan hasil dari musyawarah dalam acara Ijtima' Ulama beberapa hari lalu. Hasilnya ada dua paket yang direkomendasikan, paket pertama ialah capres Prabowo Subianto - Salim Assegaf dan paket kedua yakni Prabowo Subianto - Ustaz Abdul Somad.
Berita Terkait
-
Temui 3 Petinggi Partai di Rumah Pengusaha, Prabowo: Makan Sate
-
Sempat Disebut Batal, PAN, PKS dan Gerindra Bertemu Malam Ini
-
Kubu Jokowi dan Prabowo Dinilai Akan Mainkan Politik Identitas
-
Sandiaga Mundur dari Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra
-
Hanya Gerindra dan PDIP yang Untung Jika Ambang Batas Tak Dihapus
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada
-
Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'