Suara.com - Sebanyak 26.055 pengendara mobil ditindak polisi lantaran dianggap melanggar sistem ganjil-genap selama penyelenggaran Asian Games 2018.
Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto menyampaikan, ada sebanyak 13.441 Surat Izin Mengemudi (SIM) dan 12.614 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) turut disita dari puluhan ribu pengendara mobil yang melanggar sistem ganjil-genap.
"Barang bukti yang disita berupa SIM berjumlah 13.441 dan STNK 12.614," kata Budiyanto di Jakarta, Senin (3/9/2018).
Baca Juga: Asian Games 2018 Resmi Ditutup dengan Penuh "Cinta"
Berdasarkan penindakan tilang yang dilakukan polisi, pengemudi paling banyak melanggar sistem ganjil-genap terjadi di kawasan Jakarta Timur. Di kawasan tersebut ada sebanyak 5.248 pelanggar yang ditindak.
"Jumlah penindakan tertinggi di wilayah Jakarta Timur, 5.248 pelanggar," jelasnya.
Adapun jumlah pelanggar yang ditilang dari 1 sampai 31 Agustus 2018 di kawasan Jakarta Utara sebanyak 3.979. Sedangkan di Jakarta Selatan jumlah pelanggar mencapai 3.915.
Selanjutnya, total pelanggar yang ditindak di kawasan Jakarta Barat sebanyak 3.340 pelanggar dan di kawasan Jakarta Pusat ada sebanyak 2.917 pelanggar.
Budiyanto menambahkan, beragam alasan yang disampaikan pengendara ketika dikenakan tilang oleh petugas karena melanggar sistem ganjil-genap.
Baca Juga: Klasemen Akhir Perolehan Medali Asian Games 2018
Alasan yang biasa disampaikan pelanggar, menurut Budiyanto, lantaran tak menahu dan lupa tanggal.
Padahal, lanjutnya, polisi dan pemerintah sudah gencar melakukan sosialisasi sebelum diberlakukannya perluasan sistem ganjil-genap di sejumlah jalan di Jakarta selama pelaksanaan Asian Games 2018.
Berita Terkait
-
Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis
-
Bahaya Mengintai Pemilik Mobil yang Menunda Blokir STNK Setelah Kendaraan Berpindah Tangan
-
Di Tengah Sorotan, ST Burhanuddin dan Listyo Sigit Tunjukkan Kekompakan
-
Teror Bom Saat MPLS, Gegana Sterilisasi SD di Jagakarsa
-
Polisi Bongkar Laboratorium Narkotika di Semarang, Diduga Sudah Produksi Jutaan Butir dalam 4 Bulan
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia
-
Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati
-
Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP