Suara.com - Polisi telah menetapkan 11 pelajar SMA sebagai tersangka kasus pembacokan yang menewaskan seorang pemuda tanggung berinisial AH (16). Ternyata, aksi pembacokan itu dilakukan usai para pelajar itu menenggak minuman keras alias miras.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan, polisi masih memeriksa urine para tersangka. Ini untuk menentukan apakah mereka juga terpengaruh narkoba atau tidak.
"Dia (para tersangka) rata-rata pengguna minuman keras. Untuk pengguna narkobanya belum. Dicek urine semuanya," kata Jafar saat dikonfirmasi, Senin (3/9/2018).
Terkait penangkapan ini, polisi juga menyita miras dan senjata tajam yang dibawa para tersangka saat aksi pembacokan terhadap korban.
"Barbuknya yang jelas ada senjata tajam, minuman keras, handphone. Ada celurit tiga biji, HP ada enam," ungkap Jafar.
Polisi sejauh ini masih melakukan pengembangan terhadap kasus pembacokan yang melibatkan para pelajar tersebut. Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Tindak Kekerasaan Terhadap Orang dan Barang di Muka Umum.
"Kita belum dapat simpulkan mereka itu pembegal. Yang jelas tindak pidananya pengeroyokan, 170 nya kena," ujarnya lagi.
Kasus pembacokan ini bermula saat AH bersama rekannya berinisial RS berbocengan menggunakan sepeda motor. Peristiwa itu terjadi usai korban dan rekannya melintas di Jalan Layang Permata Hijau, Kebayoran Lama, Sabtu (1/9/2018) dini hari.
Tiba-tiba, korban langsung dipepet sekelompok pengendara sepeda motor. Tak lama, AH dan RS langsung ditendang para pelaku hingga tersungkur ke tepi jalan. Para pelaku, diduga geng motor itu langsung membacok korban usai mengepung AH yang kala itu masih dalam kondisi tergeletak di jalan.
Baca Juga: Jadi Tersangka Korupsi, BPPT Tentukan Status PNS Nur Mahmudi
AH mengalami luka cukup parah akibat aksi pembacokan tersebut. Pemuda tanggung itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, namun saat dilakukan tindakan medis, nyawanya tak tertolong.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!
-
17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik
-
Dugaan Penggelapan Rekrutmen BLUD RSUD Karanganyar, Polisi Telusuri Aliran Dana
-
Apakah Smartwatch Bisa untuk WA? Ini 5 Merk yang Mendukung WhatsApp
-
Viral Sam Meychou Jadi Tahanan Tercantik di Kamboja, Siapa Dia dan Kena Kasus Apa?
-
Nikmati Cashback Rp45 Ribu di Marugame Udon Pakai QRIS BRImo