News / Metropolitan
Minggu, 09 September 2018 | 18:05 WIB
Sebanyak 18 Korban tewas kecelakaan maut bus di Sukabumi tiba di di Rumah Duka Sinar Kasih, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018) dini hari. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Kementerian Perhubungan menilai, kondisi jalan raya Cikidang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, paling bahaya di Indonesia.

Pasalnya, di jalan tersebut banyak turunan dan tikungan yang tajam, sehingga sangat rawan kecelakaan kendaraan.

Termutakhir, satu bus pariwisata masuk ke jurang sedalam 30 meter di kawasan tersebut. Sebanyak 21 penumpang tewas, dan belasan lainnya terluka.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, banyak tikungan berkelok-kelok menyerupai huruf S terdapat di jalan raya Cikidang tersebut.

Selain itu, sambung dia, kemiringan di jalan tersebut juga sangat tajam, sehingga kendaraan harus berhati-hati saat melawati jalan itu.

"Ini (jalan) membahayakan. Di jalan ini (Cikidang) juga banyak tikungan patah. Akan tetapi, ini Jalan provinsi, jadi tangung jawab provinsi," kata Budi saat dihubungi Suara.com, Minggu (9/9/2018).

Budi mengungkapkan, jalan raya Cikidang juga tidak mempunyai besi pembatas jalan. Menurut dia, pembatas jalan berguna untuk menghalau kendaraan ke jurang, jika terjadi kecelakaan.

"Sebenarnya punya besi pembatas jalan cuma hilang, karena ada patoknya. Kami tak tau besi itu dicuri orang atau bagaimana," jelas dia.

Sebelumnya, Bus Pariwisata bernomor polisi B 7025 SAG yang mengangkut karyawan diler PT Catur Putra Raya Bogor masuk jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018).

Baca Juga: Masuk Usia ABG, Partai Demokrat Berharap Temukan Jati Diri

Dalam kecelakaan itu, 21 orang meninggal dunia, dan terdapat 14 orang luka berat, serta 2 orang luka ringan.

Load More