Suara.com - Kementerian Perhubungan menilai, kondisi jalan raya Cikidang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, paling bahaya di Indonesia.
Pasalnya, di jalan tersebut banyak turunan dan tikungan yang tajam, sehingga sangat rawan kecelakaan kendaraan.
Termutakhir, satu bus pariwisata masuk ke jurang sedalam 30 meter di kawasan tersebut. Sebanyak 21 penumpang tewas, dan belasan lainnya terluka.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, banyak tikungan berkelok-kelok menyerupai huruf S terdapat di jalan raya Cikidang tersebut.
Selain itu, sambung dia, kemiringan di jalan tersebut juga sangat tajam, sehingga kendaraan harus berhati-hati saat melawati jalan itu.
"Ini (jalan) membahayakan. Di jalan ini (Cikidang) juga banyak tikungan patah. Akan tetapi, ini Jalan provinsi, jadi tangung jawab provinsi," kata Budi saat dihubungi Suara.com, Minggu (9/9/2018).
Budi mengungkapkan, jalan raya Cikidang juga tidak mempunyai besi pembatas jalan. Menurut dia, pembatas jalan berguna untuk menghalau kendaraan ke jurang, jika terjadi kecelakaan.
"Sebenarnya punya besi pembatas jalan cuma hilang, karena ada patoknya. Kami tak tau besi itu dicuri orang atau bagaimana," jelas dia.
Sebelumnya, Bus Pariwisata bernomor polisi B 7025 SAG yang mengangkut karyawan diler PT Catur Putra Raya Bogor masuk jurang di Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018).
Baca Juga: Masuk Usia ABG, Partai Demokrat Berharap Temukan Jati Diri
Dalam kecelakaan itu, 21 orang meninggal dunia, dan terdapat 14 orang luka berat, serta 2 orang luka ringan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos