Suara.com - Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran meminta Komisi Pemberantasan Korupsi bisa memberantas praktik korupsi tanpa pandang bulu.
Desakan itu terkait hasil liputan investigasi 5 media massa yang berkolaborasi dalam IndonesiaLeaks, mengenai dugaan perusakan barang bukti kasus suap pengusaha Basuki Hariman oleh dua mantan penyidik KPK dari unsur kepolisian, Ronald Rolandy dan Harun.
Perusakan barang bukti berupa buku catatan aliran keuangan perusahaan Basuki itu, diduga dilakukan karena di dalamnya teradapat nama sejumlah pejabat negara, termasuk petinggi Polri.
Koordinator Alaska Adri Zulpianto mengatakan, Ronald dan Harun telah dikembalikan KPK ke Mabes Polri pada tahun lalu, meski tak disebut terkait dugaan perusakan barang bukti.
Namun, Adri menuturkan, KPK seharusnya lebih dulu mempertegas apa dasar kesalahan etik keduanya sehingga dipulangkan. Apalagi, setelah dipulangkan, keduanya justru mendapat promosi.
”Tak hanya itu, setelah hasil liputan 5 media IndonesiaLeaks diterbitkan, terdapat ketidakjelasan, karena KPK menyatakan bahwa dua eks penyidiknya itu dipulangkan karena ada permintaan Polri,” tuturnya kepada Suara.com, Selasa (9/10/2018).
"Karenanya, Alaska meminta KPK harus berani menegakkan hukum antikorupsi, dan jangan takut berhadapan dengan petinggi Polri," ujar Adri.
Sebagai tindak lanjut, kata Adri, KPK didesak memanggil Roland dan Harun, termasuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Baca Juga: DPR Hargai Keputusan Atlet Judo Miftahul Jannah Tolak Lepas Hijab
"Kedua eks penyidik dari Polri dan Kapolri Tito Karnavian harus dipanggil KPK, untuk dimintakan keterangan terkait indikasi pelanggaran hukum berat. Sebab, diduga mengjalangi proses penyidikan, serta adanya dugaan kasus suap yang merupakan hasil liputan IndonesiaLeaks,” jelasnya.
Hasil lengkap liputan investigasi IndonesiaLeaks pada hari Senin (8/10) bisa dibaca di sini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular