Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih (EMS). Eni merupakan tersangka dalam kasus suap PLTU Riau-1.
Eni mengaku kembali mengembalikan sejumlah uang kepada penyidik KPK. Kepada awak media, Eni menyebut telah mengembalikan uang pada Senin (8/9/2018).
"Sudah, kembalikan (uang) ya. Itu pada hari Senin," kata Eni sambil memasuki gedung KPK, Rabu (10/10/2018).
Hanya saja, Eni tak menjawab berapa jumlah uang yang dikembalikan kepada KPK.
"Itu semua KPK saja yang jelaskan ya," ucap Eni.
Eni diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial, Idrus Marham. Belum diketahui apa saja yang didalami penyidik atas pemeriksaan Eni tersebut.
Namun diduga kuat dalam pemeriksaan Eni Maulani Saragih, penyidik tengah memperkuat bukti dugaan keterlibatan Direktur Utama PLN Sofyan Basyir.
Eni Maulani Saragih dan Sofyan Basyir diketahui telah melakukan sejumlah pertemuan dalam pembahasan proyek PLTU Riau-1 senilai 900 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Hal itu tertuang dalam dakwaan bos Blackgold Johannes B. Kotjo dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Adapun sejumlah pertenuan dilakukan Eni, Sofyan, Kotjo serta Idrus Marham maupun pihak lain, yakni mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto.
Baca Juga: Hasil Uji Tabrak Suzuki Swift Hanya Meraih Dua Bintang
Dalam dakwaan itu terungkap, Sofyan Basyir menawarkan proyek PLTU Riau-1 kepada Setya Novanto. Hal itu setelah Setya Novanto awalnya meminta proyek PLTGU Jawa III tak dipenuni lantaran sudah ada penggarap.
Hingga akhirnya, Setya Novanto memerintahkan Eni Maulani Saragih untuk mengawal PLTU Riau-1, Setnov mengenalkan pertama kali Eni dan Kotjo sebagai penggarap PLTU Riau-1 bersama Sofyan Basyir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban