Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara bisa menampung 2.000 ton sampah per harinya. Pembangunan ITF itu akan rencananya dimulai pada akhir 2018 ini.
Saat ini proses persiapan pembangunan ITF sudah dimulai. Anies menargetkan akhir 2018 atau paling lambat awal 2019 bisa segera dimulai peletakan batu pertama.
"Fase pertama ini diharapkan bisa menampung 2.000 ton per hari. Insyaallah bisa mengolah 2.000 ton," kata Anies saat ditemui di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).
Pembangunan ITF sudah direncanakan sejak era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo. Namun setelah tiga kali berganti gubernur, barulah pada era kepemimpinan Anies Baswedan saat ini, ITF akan mulai dibangun.
Anies menjelaskan, dalam sehari Ibu Kota Jakarta menghasilkan 7.000 hingga 8.000 ton sampah. Nantinya, sebagian dari sampah itu akan diolah di ITF yang ditargetkan rampung pada 2021 mendatang.
"Insyaallah akhir tahun mudah-mudahan atau paling telat awal tahun kita akan bisa ground breaking. Harapannya nanti kita bisa segera membangun semua fasilitas pengolahan sampah sehingga sampah bisa terkelola dengan baik," imbuh Anies.
Berita Terkait
-
Disindir Djarot Soal Jomblo, Anies: Ngaca Dulu Sebelum Komentar
-
Ini Dia Titik-titik Reklame di DKI yang Bakal Disegel Anies
-
Segel 60 Titik Reklame di DKI, Anies Minta Bantu KPK
-
Kisruh Bantargebang, Anies Diajak Cek Tempat Sampah Warga Bekasi
-
Soal Sampah, Anies Klaim Sudah Lunasi Hibah Bekasi Rp 194 Miliar
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Diprotes Warga Srengseng Sawah, Pemprov DKI Jakarta Siap Evaluasi Izin Party Station
-
Kembali Jadi Tersangka, Ini Daftar Hitam Kasus Hukum Habib Bahar bin Smith