Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membutuhkan keterangan pihak swasta bernama Dina Soraya terkait perannya dalam mengetahui pelarian mantan bos Lippo Group Eddy Sindoro.
Dina Soraya merupakan saksi yang telah dilakukan pecegahan ke luar negeri oleh KPK setelah berkoordinasi dengan pihak Direktorat Imigrasi.
"Ini yang bersangkutan (Dina Soraya) adalah saksi yanh keterangannya dibutuhkan penyidik," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (19/10/2018).
Febri menyebut, penyidik ingin tetap memastikan bahwa Dina Soraya tetap berada di Indonesia. Agar dapat dimintai keterangan oleh penyidik. Maka itu, Dina dilakukan pencegahan ke luar negeri.
"Itu, karena ketika penyidik butuh keterangan yang bersangkutan, saksi tidak sedang berada di luar negeri,” ujar
Meski begitu, Febri belum dapat menjawab perkembangan apakah Dina Soraya sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik ataupun terkait peran Dina diduga membantu ketika pelarian Eddy Sindoro.
Sebelumnya, Dina Soraya pernah dipanggil dalam pemeriksaan KPK pada Jumat (28/9/2018) lalu. Namun Dina Soraya tak hadir dalam pemeriksaan.
Untuk diketahui Eddy telah menyerahkan diri setelah pelariannya selama dua tahun sejak 2016. Eddy dijemput oleh penyidik KPK di Singapura, Jumat (12/10/2018), setelah berkoordinasi dengan atase kepolisian setempat.
Selain ke Singapura, Eddy sempat pergi ke sejumlah negara yakni, Malaysia, Thailand dan Myanmar.
Baca Juga: Senyum Tipis, Model Cantik Steffy Burase Diperiksa KPK
Eddy ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga terlibat dalam kasus tersebut. Eddy disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.
Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan kasus sebelumnya yang telah menjerat Edi Nasution dan karyawan PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Reward Pemda Berprestasi, Mendagri Tekankan Pentingnya Keseimbangan dengan Pembinaan Daerah
-
Pengumuman Baru MSCI Bikin Rupiah Terus Tertekan
-
Perintah Balik ke Jakarta dan Munculnya Dua Sosok Tak Dikenal Sebelum Kematian Sutrimo
-
Mendagri Ajak Kementerian dan Lembaga Beri Apresiasi bagi Pemda Berprestasi
-
Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib
-
Desil Berapa yang Nggak Boleh Beli Pertalite? Begini Cara Ceknya!
-
Apa Arti Kemajuan Jika Alam Tak Lagi Bisa Bertahan?
-
Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300
-
Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027
-
5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless