Suara.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen ikut mengomentari kasus pembakaran bendera bertuliskan tauhid, yang diduga dilakukan oleh anggota Banser NU di Garut, Jawa Barat, Minggu (21/10) akhir pekan lalu.
Pagar Nusa merupakan organisasi pencak silat Nahdlatul Ulama. Sama seperti Barisan Ansor Serba Guna, Pagar Nusa merupakan badan otonom NU.
Nabil menuturkan, insiden pembakaran bendera harus menjadi pelajaran semua pihak. Ia menyebut, kalimat tauhid seharusnya tidak digunakan sebagai alat pemecah belah bangsa.
"Harus menjadi bahan pelajaran buat kita semua. Terutama, bahwa kalimat tauhid tidak sepatutnya digunakan jadi alat pemecah belah bangsa. Salah satu kalimat thayyibah tersebut, justru seharusnya jadi alat pemersatu. Karena selain sebaik-baiknya zikir, kalimat tauhid secara subtansi juga berisi pengakuan kita bersama atas keesaan Tuhan," ujar Nabil dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/10/2018).
Nabil menilai, anggota Banser bukan membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid, melainkan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Nabil menuturkan, organisasi seperti Pagar Nusa dan semua keluarga besar NU sudah memahami mana yang benar dan yang mengandung kerusakan.
Ia menyebut pembakaran bendera tersebut, karena bendera HTI adalah batil.
"Banser membakar atribut HTI bukan kalimat tauhid. Banser seperti Pagar Nusa dan semua keluarga besar NU. Selama ini diajari memisahkan mana yang benar dan batil dalam mempertahankan NKRI. Bendera HTI adalah batil, sedang kalimat tauhid adalah haq. Penghormatan terhadap yang haq tidak pernah berkurang sedikit pun. Tetapi penindakan kepada yang batil (bendera HTI) adalah bagian pelaksanaan cinta tanah air dan bangsa," kata dia.
Tak hanya itu, Nabil menuturkan HTI merupakan organisasi yang dilarang di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM membubarkan HTI karena bercita-cita mendirikan negara khilafah.
Baca Juga: Gara-Gara Jokowi, Kirana Larasati Yakin Ingin Jadi Wakil Rakyat
Karena itu, Nabil berharap kasus pembakaran bendera tersebut dihentikan.
"Kami berharap, polemik soal ini segera dihentikan. Sebab, sekali lagi perlu kami tegaskan, kalimat tauhid tidak sepatutnya digunakan untuk memecah-belah bangsa," tandasnya.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Barat masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di sela acara peringatan hari santri nasional di Limbangan, Garut, Minggu (21/10/2018).
Polisi baru memanggil 3 saksi untuk dimintakan keterangan terkait kasus pembakaran bendera itu. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jendral Agung Budi Maryoto mengatakan, ketiga orang itu berinisial A, N, dan F.
"Kami dapat informasikan dari fakta sementara, tepatnya di Alun-laun Limbangan, ada 3 orang atas inisial A, N dan F. Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Polres Garut," ucap Agung di Mapolda Jabar, Jalan Sukarno Hatta, Bandung, Selasa (24/10/2018).
"Kami masih memproses, mengundang tim ahli, kemudian nanti gelar perkara, dan ahli yang akan menentukan. Kalau kepolisian dari tahap prapenyelidikan dan nanti penyelidikan, kami ke tahap berikutnya," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar
-
Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil
-
Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total
-
Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa
-
Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut
-
Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan
-
Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU
-
Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT
-
Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Promo Spesial Puma Speedcat Ballet dengan Bonus Gift Card Rp250 Ribu