Suara.com - Sesosok mayat perempuan yang diketahui bernama Eka Rahma Aprilianti Ifada ditemukan di Dukuh Banjarsari, Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Minggu (2/12/2018) pagi. Mayat itu sempat dikira boneka dan oleh warga dibiarkan beberapa lama.
Informasi yang dihimpun Solopos.com (jaringan Suara.com) di lokasi kejadian, mayat tersebut ditemukan tergeletak di pinggir jalan di antara dua ladang milik dua orang warga setempat.
"[Mayat ditemukan] di antara tegalan milik Parlan di sebelah timur dan Wongso Rejo di sebelah barat," ujar salah seorang warga yang menemukan mayat tersebut, Nardi (60).
Nardi menuturkan, pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB, dia berangkat bertani ke ladang dan melihat ada seseorang tergeletak membujur ke barat. Awalnya dia mengira itu boneka dan meninggalkannya begitu saja.
Setelah bekerja selama 15 menit, Nardi penasaran dan memanggil dua warga lainnya. Bersama-sama mereka mendekati sosok yang ia kira boneka itu dan mendapati bahwa sosok itu ternyata seorang perempuan sudah meninggal dunia.
Menurut Nardi, tidak melihat bekas luka saat menemukan tubuh perempuan setinggi kurang lebih 160 sentimeter itu. Perempuan itu memakai jaket merah dengan kaus motif garis-garis di dalamnya. Di kepalanya juga ada helm berwarna merah.
Celana hitam yang dikenakan perempuan itu terlihat terangkat di bagian kiri dan kanan. Namun paha masih terlihat putih tanpa bekas luka.
"Dengan penampakan begitu saya kira boneka, ternyata mayat," imbuh dia.
Saat ditemukan, mayat tersebut belum mengeluarkan bau busuk. Tak berselang lama petugas Satpol PP Boyolali dan Polsek Mojosongo datang ke lokasi. Usai ditemukan, jasad perempuan itu kemudian dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali dengan mobil ambulans untuk diselidiki lebih lanjut.
Baca Juga: Darurat Banjir, 9 Desa di Kabupaten Aceh Barat Terendam
Berita Terkait
-
Miris, Perempuan Boyolali Dibunuh, Disetubuhi Lalu Dibuang di Kebun
-
Penemuan Mayat Perempuan Pakai Helm di Boyolali Diduga Korban Pembunuhan
-
Nasib Kamar dan Lemari Baju Tempat Mayat Iin Puspita Ditemukan
-
Bela Artis Kesayangan Masing-Masing, Agus Tewas Ditikam Teman
-
Penjaga Kontrakan Tepis Anggapan Angker Pasca Pembunuhan Keluarga Diperum
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan