Suara.com - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Abdul Manan angkat bicara perihal kemarahan calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto kepada wartawan.
Abdul Manan menilai seharusnya Prabowo bersikap proporsional dan tidak berlebihan dalam mengkritik pemberitaan Reuni 212 pada 2 Desember 2018 lalu.
"Sebaiknya Prabowo menanggapi media dengan cara proporsional dan tidak berlebihan mengatakan media dan jurnalis tidak bisa dipercaya hanya karena tak menjadikan berita Reuni 212 di halaman utama, itu berlebihan," ujar Abdul Manan kepada Suara.com, Kamis (6/12/2019).
Pernyataan Abdul Manan menyusul sikap Prabowo yang mengkritik media massa karena menganggap sejumlah media nasional tidak memberitakan aksi reuni 212 akhir pekan lalu di lapangan Monas, Jakarta.
Kendati demikian, Abdul Manan meminta media untuk tidak terlalu menanggapi kemarahan mantan Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus) itu. Sebab kata Abdul Manan, wartawan juga harus menghargai hak Prabowo dalam menyampaikan pendapatnya.
"Tapi media juga tak perlu terlalu menanggapi sikap Prabowo itu. Kita harus menganggapnya sebagai hak Prabowo menggunakan kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapatnya yang itu dilindungi oleh Undang-undang," tutur dia.
Abdul Manan mencontohkan, sama halnya jika ada yang menyatakan Prabowo tidak layak dipilih karena terlibat dalam penculikan aktivis di era 1998. Pernyataan politik tersebut kata Abdul Manan juga dilindungi Undang-undang.
"Derajat pernyataan itu sama seperti ketika ada yang mengatakan bahwa dia (Prabowo) tak layak dipilih karena terlibat penculikan. Itu sama-sama pernyataan politik yang sama-sama dilindungi konstitusi," tandasnya.
Sebelumnya Prabowo marah kepada media-media mainstream Indonesia. Menurutnya terdapat sejumlah media yang enggan memberitakan aksi Reuni 212 yang diklaimnya dihadiri oleh 11 juta orang.
Selain itu Prabowo juga menganggap banyak media nasional yang tidak berimbang saat memberitakan jalannya Pemilihan Presiden 2019. Itu disampaikan Prabowo saat pidato dalam acara bertajuk Hari Perayaan Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu siang.
"Setiap hari beberapa koran masuk ke rumah saya, saya hanya melihat bohong apa lagi nih yang mau mereka sampaikan dan yang mau mereka cetak. Puncaknya mereka menelanjangi mereka sendiri, 11 juta orang hadir mereka tidak beritakan," kata Prabowo.
Prabowo mengungkapkan ada upaya untuk memanipulasi demokrasi yang terjadi di Indonesia. Prabowo menuding media-media yang ada di Indonesia juga turut andil dalam upaya tersebut dengan membuat berita yang tidak sesuai dengan fakta.
Dalam pidatonya Prabowo juga mengajak hadirin untuk tidak menghormati media-media yang ada di Indonesia. Dia bahkan menyebut media-media di Indonesia sebagai antek asing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas
-
Kemensos Pastikan 8 Titik Sekolah Rakyat Permanen Masuk Tahap Konstruksi
-
Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya
-
Kemendagri Percepat Implementasi SP2D Online untuk Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah
-
Kantongi Uang Saku dan Bayar Sendiri Rp233 Juta, Davina Karamoy Beberkan Alur Umrah Bareng Hanania
-
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok
-
BGN Jawab Protes Pengusaha, Penghentian MBG Saat Libur Sekolah Demi Efisiensi Anggaran
-
DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat