Suara.com - Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Bamukmin meminta politikus Partai Solidaritas Indonesia Mohamad Guntur Romli sekolah lagi dan memperdalam pelajaran matematika. Ini disampaikan Novel karena Guntur Romli tidak yakin dengan pernyataan Capres Prabowo Subianto yang menyebut peserta Reuni 212 sekitar 11 juta.
"Jadi Guntur Romli suruh sekolah lagi, matematika belajar yang benar. Prabowo itu sudah menyampaikan aspirasi umat Islam berdasarkan data dan fakta," ujar Novel kepada Suara.com, Kamis (6/12/2018).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 menganggap nilai matematika Guntur Romli jeblok saat masih duduk di bangku sekolah. Sebab, Caleg yang mengincar kursi di Senayan itu dianggap tidak bisa menghitung jumlah peserta Reuni 212.
"Sementara si Guntur Romli harus sekolah lagi karena ngawur, mungkin Matematikanya jeblok kali. Perlu tuh belajar lagi dari SD, di didik lagi. Karena data-data yang ada sudah jelas tahun 2016, Monas saja menampung dalamnya saja tanpa rumput harus ditempati 500 ribu itu full padet," kata dia.
Tak hanya itu, Novel pun menyebut peserta Reuni 212 pada Minggu 2 Desember 2018, lebih banyak dibanding aksi 212 tahun 2017 silam.
Selain itu Novel mengaku heran dengan pernyataan Romli yang membandingkan Reuni 212 dengan senam Poco-poco yang dihadiri Presiden Jokowi di Monas lebih luar dari penggunaan wilayah.
"Poco-poco itu lebih renggang seharusnya satu orang bergerak senam bebas artinya empat meter untuk satu orang sendiri, sedangkan ini aksi 212 itu empat meter bisa ada diisi oleh dua orang. Bandingin saja berarti bisa 10 kali lipat bisa 600 ribu lebih, bisa dua kali lipat," kata dia.
"Orang empat meter satu orang bisa 10 orang 20 orang 4 meter, itu kan perbandingan yang konkrit dengan masuk logika dibandingkan itu yang panjang senam (Poco-Poco) itu kan bergerak bebas. Rentang tangan kita aja sudah dua meter lebih ke kanan ke kiri ke depan. Makanya suruh sekolah lagi belajar matematikan dari SD dulu," sambungnya.
Sebelumnya, Politisi PSI Guntur Romli merasa tak yakin jumlah peserta aksi itu seperti yang disebut Prabowo yakni 11 Juta.
Baca Juga: Ma'ruf Amin: Kami Sudah Siapkan Strategi Gaet Swing Voters
Kemudian ia membandingkannya dengan jumlah peserta senam poco-poco massal yang diinisiasi ibu negara, Iriana Joko Widodo pada Minggu (5/8/2018). Adapun senam poco-poco massal itu diikuti 65 ribu orang sampai mencetak rekor Guinness World Record.
"Peserta tari Poco-Poco yang diikuti Jokowi hanya 65 ribu orang, itu juga sudah penuh dari siang di Monas, Parung Kuda, Jalan Thamrin, Bunderan HI hingga Jalan Sudirman," kata Guntur dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/12/2018).
Menyinggung ucapan Prabowo, Guntur sempat mengatakan 11 juta orang yang disebutkan Prabowo ialah jumlah orang yang kesurupan di lokasi Reuni 212.
Bahkan, Guntur menyebut Prabowo menjadi salah satu orang yang juga ikut kesurupan.
Oleh karena itu, Guntur menyarankan kalau Prabowo sebaiknya dirukiah karena dianggap berhalusinasi dengan menyebut belasan juta orang menghadiri acara reuni 212.
"Ini cuma di Monas saja mengaku 11 juta orang, Prabowo kesurupan belum sembuh, harus dirukiah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Andalkan Sensasi, Tak Ada Lonjakan Elektabilitas Jokowi dan Prabowo
-
Prabowo Ribut Jumlah Peserta Reuni 212, Mardani: Number doesn't Matter
-
Sindir Prabowo, Ma'ruf Amin: Kalau Saya dengan Media Selalu Berteman
-
Berdesakan Liput Prabowo di Haul Habib Kwitang, HP Wartawan Hilang
-
Minta Prabowo Dirukiyah, TKN Jokowi: Itu Urusan Pribadi Guntur dan PSI
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat