Suara.com - Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tampaknya tak mau gegebah dalam menangani kasus Habib Bahar bin Smith terkait dugaan kasus ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengaku sejauh ini polisi masih mencari unsur tindak pidana sehingga tak mau terburu-buru meningkatkan status hukum Bahar Smith.
"Kita tidak bisa terus ikut-ikutan ya, semuanya sesuai fakta hukum di lapangan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (7/12/2018).
Diketahui, Habib Smith kini telah berstatus tersangka terkait ujaran kebencian yang ditangani Bareskrim Polri.
Argo mengaku penyidik masih terus mendalami kasus yang dilaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Sejauh ini, polisi masih melakukan pendalaman kasus melalui pemeriksaan saksi dan ahli. Meski status kasus tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, namun ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Lebih lanjut, Argo mengaku sejauh ini belum ada rencana dari penyidik untuk melimpahkan kasus tersebut ke Bareskrim Mabes Polri. Dia pun meminta semua pihak bersabar menunggu hasil penyidikan selesai.
"Nanti kita tunggu saja bagaimana perkembangan," tandas Argo.
Berita Terkait
-
Habib Bahar Disebut Korban Kriminalisasi, PSI: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Jadi Tersangka Ujaran Jokowi Banci, Polisi Bisa Tahan Habib Bahar bin Smith
-
Diyakini Tak Kabur, Habib Bahar Smith Tak Ditahan Polisi
-
Alasan Kooperatif, Polisi Urung Tahan Habib Bahar Smith
-
Lucinta Luna Sambangi Polda Metro Jaya Malam-Malam, Ada Apa?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
Terkini
-
Menanti Bukti Nyata UU PPRT: Hak 4,2 Juta PRT Masih Terganjal Aturan Pelaksana
-
Kini Jadi 'Pesakitan', Tiyo Ardianto Diduga Terafiliasi Tim Pemenangan Ganjar Pranowo
-
Bukan Anti-Dialog, Pakar: Mahasiswa UGM Geruduk Forum Diskusi karena Tak Percaya Menteri Prabowo
-
Korban Hanania Travel Tembus 1.286 Orang, Kerugian Rp35 Miliar
-
Polisi Segera Gelar Perkara! Usut Laporan Firdaus Oiwobo Terhadap Eks Ketua BEM UGM Tyo Ardianto
-
Harga BBM Naik, API Sebut Kehidupan Perempuan Kian Tercekik
-
Buka Mukernas GPdI 2026, Khofifah Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Generasi Berkarakter
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 T untuk 2027, Difokuskan Bayar Gaji-Beli Kendaraan Listrik
-
BEM Bersatu dari Universitas Mana Saja? Sederet Kampus Klarifikasi Bantah Ikut Terlibat