Suara.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan mengungkap kasus peredaran narkoba yang melibatkan petugas sipir Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Jambi bernama Edimar (54). Dalam kasus ini, Edi berperan sebagai kurir terkait peredaran sabu-sabu seberat 6 kilogram.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain Adinegara mengatakan, kasus ini terungkap setelah polisi meringkus pelaku lain bernama Sukardian.
"Setelah berhasil bertemu tersangka, polisi memeriksa satu tas sandang yang dibawa. Ternyata benar, di dalam tas tersebut terdapat enam bungkus narkoba berisi sabu. "Untuk totalnya 6 kilogram," kata Zulkarnain saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Rabu (12/12/2018).
Polisi lalu mengembangkan kasus ini berdasarkan dari penangkapan Sukardian. Dari pengakuannya, tersangka mengaku disuruh bandar bernama Cak yang kini masih mendekam di sel tahanan Batam. Terkait peredaran ini, Cak memerintahkan Edi untuk mengambil narkoba yang dibawa Sukardian.
"Ketika di Jambi, Edi hendak menerima narkoba itu,sehingga langsung ditangkap," katanya.
Zulkarnain menyebut jika, aktivitas pengiriman sabu dari Palembang keluar Sumsel baru kali pertamanya terjadi. Sehingga mereka akan mengembangkan siapa bandar besar yang ada di Sumsel.
"Dugaannya seperti itu, disini ada bandar besar. Sebab ini baru pertama kali, biasanya sabu dari luar masuk ke Palembang. Tetapi ini sebaliknya. Kita akan terus dalami dengan melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka," katanya.
Atas perbuatan itu, Edi dan Sukardian dijerat Pasal 112-114 Undang-Undang Narkoba dengan ancaman hukuman penjara maksimal hukuman mati.
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Baca Juga: Perludem: 2,5 Bulan Kampanye Tak Ada Capres-Cawapres Tawarkan Ide
Berita Terkait
-
Tergiur Upah Rp 20 Juta, Trio Perempuan Cantik Jadi Kurir Sabu
-
Biar Semangat Narik, Sopir Angkot di Kembangan Pakai Sabu
-
Jadi Saksi Kasus Richard Muljadi, Mike Lewis : Ini Nggak Susah Buat Saya
-
Mike Lewis Tegaskan Tak Punya Hubungan Dekat dengan Richard Muljadi
-
Mau Kelabui Polisi Saat Dibekuk, Ria Selipkan Sabu di Paha
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian