News / Nasional
Rabu, 12 Desember 2018 | 19:35 WIB
Penemuan e-KTP di Pondok Kopi. (Dok Polisi)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku prihatin dengan adanya masalah temuan e-KTP yang tercecer di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Menurutnya, kasus tersebut nantinya berpotensi menodai proses pelaksanaan Pilpres 2019.

Terkait hal ini, Sandiaga meminta agar polisi segera mengungkap pelaku yang membuang ribuan e-KTP yang beratnya mencapai 20 kilogram. Pasalnya, Sandiaga merasa dirugikan sebagai salah satu peserta pesta demokrasi lima tahunan ini.

"Ini sangat memprihatinkan, ini berpotensi menciderai rasa keadilan dan kejujuran dari pemilu yang dilaksanakan April 2019," kata Sandiaga di Pasar Sunan Giri, Jakarta Timur, Rabu (12/12/2018).

"Ini jangankan ribuan, satu suara yang diselewengkan saja merupakan satu perbuatan yang menciderai kejujuran dan keadilan dan demokrasi kita," kata Sandiaga menambahkan.

Oleh karena itu, Sandiaga meminta kepada siapapun pihak yang berwenang untuk segera menuntaskan kesemrawutan masalah e-KTP. Karena Sandiaga. Hal itu disampaikan Sandiaga agar masyarakat kemudian percaya dengan Pemilu 2019 nanti akan berjalan secara jujur.

"Karena sekarang masyarakat sudah beberapa kali datang ke saya dalam beberapa kesempatan khawatir kalau pemilu ini akan tidak berlangsung jujur dan adil," pungkasnya.

Load More