Suara.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta agar Pemprov DKI Jakarta mempublikasikan hasil dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) atau pengolahan sampah modern di Sunter, Jakarta Utara. Hal itu dilakukan agar warga mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pembangunan ITF.
Direktur Eksekutif Walhi DKI Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi mengatakan, sebelum groundbreaking yang dijadwalkan pada 20 Desember mendatang pembangunan ITF harusnya sudah mengantongi Amdal.
"Kita sendiri belum melihat bagaimana Amdalnya. Kalau dia mau terbuka, ya buka Amdalnya kepada publik. Karena ini kan menyangkut publik banyak, itu yang menjadi penting," kata Tubagus saat dihubungi Suara.com, Senin (17/12/2018).
Keterbukaan dokumen Amdal kepada publik bertujuan agar warga mengetahui secara persis mekanisme pengolahan sampah yang ada di ITF. Sehingga, warga yakin bahwa keberadaan ITF tidak menambah sumber pencemaran udara baru bagi Ibu Kota.
Menurut Tubagus, selama ini Walhi tidak pernah dilibatkan secara langsung dalam pembahasan Amdal ITF. Sementara keterlibatan organisasi lingkungan dan masyarakat merupakan syarat penting terbentuknya Amdal.
"Sudah ada belum (Amdalnya)?, dia main groundbreaking saja. Mana izin lingkungannya, mana Amdalnya itu dibuka ke publik," ungkap Tubagus.
Pembangunan ITF sudah direncanakan sejak era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo.
Namun setelah tiga kali berganti gubernur, barulah pada era kepemimpinan Anies Baswedan saat ini ITF akan mulai dilakukan grounbreaking pada 20 Desember 2018 mendatang.
Baca Juga: Kemenkes dan Kemenkumham Peringati Hari Aids Sedunia di LP Cipinang
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
-
Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK