Suara.com - Warga yang tinggal di pemukiman di kawasan danau Sunter mengaku bingung jika tidak boleh membuang limbah rumah tangga ke Kali Item. Sebab, seluruh pembuangan dari tiap rumah pasti mengarah ke Kali Item.
Sudah sejak puluhan tahun lalu, Kali Item memang sudah menjadi tempat pembuangan limbah warga sekitar. Hal itu diakui Lilik, salah seorang warga yang rumahnya berada di kawasan Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Ya habis mau buang kemana lagi pak? Dari seluruh pemukiman ngalirnya ke situ-situ (Kali Item) juga," ujar Lilik, Kamis (3/1/2018).
Menurut dia, limbah di Kali Item tak hanya berasal dari kawasan tempatnya tinggal. Namun banyak juga warga dari pemukiman lain di Sunter yang membuang limbah rumah tangga ke Kali Item.
"Yang tinggal di sekitaran danau Sunter buang limbah ke danau Sunter. Nanti dari danau Sunter airnya di pompa ke Kali Item lagi. Ya ngumpul semua limbahnya di sini (Kali Item) jelasnya," katanya.
Karenanya, Lilik meminta Pemprov DKI bisa memberi alternatif lain untuk pembuangan limbah rumahan jika tidak ingin dibuang ke Kali Item. Namun sayangnya sampai saat ini dirinya menilai belum ada solusi yang ditawarkan pemerintah.
"Harusnya kasih solusi ke kita buangnya harus kemana. Pemerintah harus bikin jalurnya kemana. Jangan malah salahkan warga sendiri," ujarnya lagi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, penyebab Kali Item berbusa lantaran banyaknya limbah rumah tangga berasal dari detergen yang dibuang ke kali itu.
Solusi agar Kali Item tidak lagi tercemar limbah detergen dengan mengendalikan penggunaan detergen keras yang kerap digunakan oleh warga Jakarta.
Baca Juga: Kapolri Perintahkan Investigasi Penyebar Hoaks Surat Suara Sudah Dicoblos
"Ketika air dari Danau Sunter itu d pompa dan dimasukkan ke Kali Item, maka limbah sisa detergen seperti diaduk dan keluar buih (busa) yang amat banyak. Dan itu memang airnya mengandung kadar detergen yang sangat tinggi," kata Anies saat ditemui di Sunter Jaya, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019).
Tag
Berita Terkait
-
Kali Item Berbusa, Anies Bakal Atur Usaha Laundry dan Cucian Mobil
-
Warga Minta Gubernur Anies Keruk Kali Item
-
Kesaksian Warga: Zaman Ahok Kali Item Bersih Bisa Dipakai Renang, Sekarang?
-
Anies Sebut Kali Item Tercemar Limbah Detergen, Warga: Kok Kita Disalahin
-
Target Pembangunan JPO Bundaran Senayan Meleset
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman