Suara.com - Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengakui kehadiran kereta cepat Lintas Rel Terpadu atau LRT belum maksimal membantu mengurangi kerugian akibat kemacetan yang terjadi di Jakarta. Sebab, saat ini koridor LRT yang baru akan beroperasi masih minim.
Allan mengatakan, saat ini koridor 1 dengan rute Velodrome hingga Kelapa Gading sepanjang 5,8 kilometer belum mampu membantu mengurai kemacetan yang ada. Terlebih, LRT dihadapkan dengan permasalahan integrasi antar moda transportasi umum yang belum lengkap.
"Dengan koridor 5,8 kilometer tentunya belum maksimal kita berkontribusi. Sekarang problemnya jaringan masih belum komplit dan integrasinya masih belum optimal," kata Allan saat ditemui di Stasiun LRT Velodrome, Jakarta Timur, Jumat (11/1/2019).
Pada koridor pertama, dalam satu rangkaian LRT terdiri dari 6 gerbong dan di tiap gerbongnya mampu menampung sebanyak 810 penumpang. Dalam sehari LRT menargetkan bisa membawa sebanyak 14.000 penumpang.
Namun, kehadiran LRT dinilai baru bisa efektif membantu mengurangi kemacetan jika koridor LRT telah dibangun sempurna sepanjang 116 kilometer mengelilingi Jakarta. Allan pun belum bisa memastikan kapan perluasan koridor LRT akan dilakukan agar pengoperasian LRT bisa berjalan maksimal mengurai kemacetan.
Pasalnya, LRT koridor pertama pun masih dalam tahap percobaan dan baru akan dioperasikan pada Februari 2019. Sementara, hingga kini pun belum ada pembahasan rencana pembangunan LRT koridor berikutnya dengan Pemprov DKI Jakarta.
"Ini mungkin harus konfirmasi ke Pemprov DKI kapan pembangunan koridor selanjutnya. Kalau dari operator kita sendiri kita berharap ya secepat mungkin, kalau bisa cepat ya cepat," ungkap Allan.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut adanya kerugian akibat kemacetan di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) sebesar Rp 65 triliun per tahun berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Angka itu diralat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang mengatakan kerugian Jakarta akibat kemacetan yang ditimbulkan justru lebih tinggi mencapai Rp 100 triliun per tahun.
Baca Juga: Tak Terima Proyek LRT Dihentikan Sementara, Dirut ADHI Temui BKS
"Setelah rapat selesai, angka itu dikoreksi oleh pak wapres. Kami juga angkanya sama, yaitu Rp 100 triliun, bukan Rp 65 triliun lagi, lebih besar," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).
Berita Terkait
-
Anies Ralat Data Jokowi: Kerugian karena Kemacetan Capai Rp 100 Triliun
-
Jokowi Sebut Gara-gara Macet Rp 65 Triliun Hanya Menguap Jadi Asap
-
Tahun Baru di Bandung, Ada Pengalihan Arus di Tol Pasteur
-
Polisi Minta Anies Perpanjang Sistem Ganjil Genap di Jakarta Hingga 2019
-
H-2 Perayaan Natal, Lalu Lintas Arah Puncak Macet
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
-
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot