Suara.com - Front Pembela Islam (FPI) mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa haram merayakan Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine bagi seluruh umat muslim di Indonesia. Mereka menilai Hari Valentine sama dengan melakukan maksiat.
Salah satu tokoh FPI, Habib Novel Bamukmin mengatakan fatwa haram perayaan valentine itu harus dikeluarkan lantaran budaya barat itu bisa merusak generasi muda di Indonesia.
"Karena cenderung Valentine ini hanya maksiat ria berbuat kemungkaran dan ini sangat berbahaya, kita minta kepada Majelis Ulama Indonesia untuk segera mengeluarkan pernyataan sikap yang jelas bahwa haram dan larangan merayakan hari valentine," kata Novel saat dihubungi Suara.com, Kamis (14/2/2019).
KH Ma'ruf Amin saat masih menjabat sebagai Ketua MUI pada tahun 2008 pernah mengeluarkan sikap yang menyatakan bahwa umat Islam dilarang merayakan Hari Valentine karena perayaannya sering digunakan anak muda untuk bermaksiat.
Namun hingga kini belum ada fatwa khusus yang dikeluarkan MUI yang mengharamkan Hari Valentine setiap tanggal 14 Februari di Indonesia.
Novel menganggap Hari Valentine tidak pantas dirayakan umat islam karena perayaannya menjurus ke ajaran sesat dan tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
"Jangan kita mengikuti budaya-budaya barat yang memang belum tentu juga ajaran agama mereka dan ini jangan sampai anak muda kita terkontaminasi dengan ajaran yang betul-betul sangat sesat," tutupnya.
Seperti diketahui larangan merayakan Hari Valentine mulai juga banyak digencarkan oleh pemerintah di sejumlah daerah di Indonesia seperti di Aceh, Jawa Barat, Depok, Bondowoso, Blitar, hingga Nusa Tenggara Barat
Baca Juga: Berani Ajak Mantan, Restoran Cepat Saji Ini Tawarkan Promo Valentine
Berita Terkait
-
Bayar Dana Talangan Menara MUI, Ma'ruf Amin Cari Uang Lewat Reksadana
-
Ketum PA 212 Dijadikan Tersangka, FPI Nilai Pemerintahan Jokowi Dzalim
-
Seruan Rizieq Shihab Agar Simpatisan FPI Mundur dari PBB, Novel: Kami Ikut
-
Tabloid Indonesia Barokah Beredar Jelang Pilpres, FPI: Model Kampanye Kotor
-
Tekan Biaya Kampanye, PAN Senang Dibantu FPI
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran
-
Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya
-
Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM
-
Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa
-
Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat
-
Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans
-
Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan
-
Pemprov DKI Pertahankan Privilege Mobil Listrik: Bebas Pajak dan Ganjil Genap
-
Eks Bintang Arsenal Alexis Sanchez Bawa Sevilla Keluar dari Zona Degradasi
-
Imbas Tembok Sekolah Roboh, Seluruh Siswa SDN Tebet Barat 08 Terpaksa Belajar Daring Hari Ini