Suara.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengucurkan anggaran Rp 1 triliun ke Kabupaten Banyu Asin. Mendikbud Muhajir Effendy meminta kepada pejabat Bupati Banyu Asin, Sumatera Selatan serius memprioritaskan pendidikan di daerahnya.
Bantuan Rp 1 triliun itu akan difokuskan untuk keperluan bantuan operasional sekolah (BOS), pembangunan unit sekolah baru, rehabilitasi ruang kelas serta pembangunan non fisik lainnya. Dana tersebut belum termasuk KIP dan DAU yang untuk gaji dan tunjangan guru.
"Untuk tahap awal kita kucurkan Rp350 miliar dana alokasi khusus (DAK)," tegas Muhajir di Banyu Asin, Kamis (28/02/2019).
Ia menilai jika sektor pendidikan di Kabupaten Banyu Asin memiliki tantangan tersendiri dengan wilayahnya yang sebagian besar merupakan perairan. Perlu dedikasi dari guru dan perhatian dari pemerintah untuk memberikan fasilitas yang cukup agar ada guru yang bersedia ditugaskan di wilayah perairan yang cukup terpencil.
"Tugas pemerintah daerah itu untuk memenuhi kebutuhan guru di tempat mereka mengabdi. Pemerintah pusat menyediakan bantuan, nanti pemerintah daerah yang menimbang apa pembangunan yang prioritas," ujar dia.
Bupati Banyuasin Askolani menambahkan, di wilayahnya saat ini terdapat 200 bangunan sekolah SD dan SMP yang harus mendapatkan sentuhan perbaikan. Selain pembangunan fisik, Pemkab Banyuasin pun telah mengalokasikan Rp 27 miliar dari APBD Kabupaten untuk dana alokasi kesejahteraan guru honorer.
"Kondisi riil pendidikan di Banyuasin paling memprihatinkan di daerah perairan. Di satu sekolah, PNS-nya hanya kepala sekolah, sisanya guru honorer. Kalau tidak ada guru honorer, saya tidak bisa membayangkan bagaimana pendidikan di sini," ujar dia.
Ia juga mengakui jika banyak guru PNS yang enggan ditempatkan di lokasi perairanyang terpencil karena fasilitas dan infrastrukturnya tidak memadai. Oleh karena itu, pihaknya pun secara bertahap akan membangun infrastruktur pendukung dan fasilitas pelengkap bagi guru yang ditempatkan di daerah perairan.
"Kita bangun infrastruktur dan fasilitas penginapan atau rumah dinasnya. Sekarang sudah ada beberapa guru yang sudah bersedia ditempatkan di daerah perairan. Meskipun belum memenuhi kebutuhan gurunya, tapi secara bertahap akan kami terus upayakan," tegasnya.
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Baca Juga: Ini Alasan Maudy Ayunda Tertarik Isu Pendidikan dan Pemberdayaan Manusia
Berita Terkait
-
Korupsi Dana Desa, Pak Kades Beli Mobil Bekas dan Ajak Istri Jalan-jalan
-
Sandiaga Curhat ke Anies Sebelum Hadapi Ma'ruf Amin di Debat Ketiga
-
Edian Saputra Tega Bunuh Ibu Kandungnya yang Sedang Mencuci
-
Setelah Disiksa, Haris Korban Salah Tangkap Dipaksa Ngaku Telah Memperkosa
-
Bayi Kelamin Ganda Lahir di Sumsel, Tumbuh Penis di Usia Setahun
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin