Suara.com - Kasus hoaks Ratna Sarumpaet dipolitisasi sebelum Ratna ditangkap, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai kasus hoaks Ratna Sarumpaet sudah berjalan sesuai dengan proses hukum.
Justru Ace menilai kalau hoaks Ratna Sarumpaet tidak diungkap pihak kepolisian, justru malah akan dijadikan alat politisasi. Sebelumnya saat menjalani sidang pembacaan dakwaan, Ratna Sarumpaet mengaku telah bersalah namun meminta kasusnya tidak dipolitisasi.
Menyikapi hal tersebut, Ace menilai justru sebelum terungkap, kasus pengeroyokan Ratna Sarumpaet malah terkesan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu.
"Itu sebetulnya tidak berdiri sendiri ada upaya untuk mempolitisasi kasus Ratna Sarumpet sebelum kasusnya terungkap oleh kepolisian," kata Ace di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jumat (1/3/2019).
Justru Ace merasa lega kalau upaya kebohongan Ratna kemudian bisa dipecahkan oleh pihak kepolisian sampai mendorong Ratna Sarumpaet untuk melakukan konferensi pers menyatakan kebohongannya kepada publik. Pasalnya, jika pihak kepolisian tidak segera bertindak secara cepat, justru penyebaran hoax Ratna malah akan terus bergulir.
"Justru menurut saya kalau kasus ini tidak terungkap oleh proses hukum pasti akan terjadi politisasi terhadap kekerasan dan itu berbahaya sekali bagi demokrasi kita menjelang pilpres," pungkasnya.
Untuk diketahui, terdakwa hoaks Ratna Sarumpaet curiga ada unsur politik dalam kasusnya. Ratna Sarumpaet merasa ada unsur politik saat penangkapannya di Bandara Soekarno - Hatta, Kamis (4/10/2018) malam tahun lalu.
Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019). Dalam sidang itu, Ratna Sarumpaet ingin hakim memutus kasusnya tanpa ada tekanan politik.
"Saya salah, tapi yang terjadi pada peristiwa penjemputan ada ketegangan yang menyadarkan saya bahwa ini politik. Maka dari itu saya ajak marilah kita jadi hero untuk bangsa ini, bukan untuk saya," kata Ratna Sarumpaet.
Baca Juga: Polisi Bantah Ada Unsur Politis di Balik Penangkapan Ratna Sarumpaet
Berita Terkait
-
Tersangka Kasus Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Ditahan di LP Salemba
-
Artis Dituduh Jual Diri, Naik Mobil Tahanan Bareng Ibu
-
Polisi Limpahkan Tersangka Hoaks 7 Kontainer Surat Suara ke Kejaksaan
-
4 Fakta Sidang Perdana Ratna Sarumpaet, Salam 2 Jari Hingga Politisasi
-
HNW Sebut Salam 2 Jari Ratna Sarumpaet di Sidang Rugikan Prabowo
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?