Suara.com - M. Nur Djuli mengaku cukup bingung saat mendapat pertanyaan dari sejumlah kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat KPK menetapkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menjadi tersangka suap Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018. Nur Djuli merupakan mantan tim asistensi Gubernur Aceh yang juga eks petinggi GAM.
"Sebenarnya saya kewalahan menjawab (pertanyaan) dari teman-teman GAM, jadi ini menjadi tugas kami untuk menenangkan, meredam bahwa kita harus melihat pelaksanaan hukum yang berlaku, jangan gegabah. Sebab mudah sekali mencetuskan emosi yang tidak sehat," kata Nur Djuli saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019) malam.
Sebagai senior GAM, Nur Djuli mengaku selalu mengingatkan para kombatan GAM di Aceh untuk meredam emosinya. Nur Djuli menganggap tidak semua orang paham kasus dugaan korupsi yang menjerat Irwandi.
"Kami sebagai senior selalu meredam, kita jangan ikut-ikutan karena tidak tahu cerita sepenuhnya," ucap Nur Djuli.
Lebih jauh Nur Djuli mengatakan, beberapa kombatan GAM sempat geram dengan kasus yang menimpa Irwandi. Pasalnya mereka menganggap pengelolaan anggaran Provinsi Aceh yang dilakukan di era Irwandi sudah sesuai dan transparan.
"Beliau (Irwandi) mewajibkan tim-tim untuk melihat tentang anggaran, tentang semuanya, bahkan itu kalau memeriksa anggaran tidak hanya sendiri, ada yang dicoret ini tidak boleh, itu jelas," tutup Nur Djuli.
Untuk diketahui, Irwandi Yusuf didakwa menerima uang suap senilai Rp 1,05 miliar selama menjabat Gubenur Aceh. Di dalam dakwaan, Irwandi juga diduga menerima sejumlah gratifikasi sebesar Rp 32 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Bongkar SDB Milik Rizal Bea Cukai di Medan, KPK Sita Logam Mulia hingga Valas Senilai Rp2 Miliar!
-
Momen Mayor Windra Sanur Pamit ke Jokowi Usai 8 Tahun Mengawal: Kini Emban Tugas Baru di Tangerang
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Haji 2026 Dimulai: 391 Jemaah Kloter Pertama Resmi Bertolak ke Madinah via Bandara Soetta
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got