Suara.com - Untuk menyambut Pemilu 2019 yang tinggal sebulan lagi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, minta kepada jajarannya untuk menjaga stabilitas internal dan stabilitas pemilu. Menurutnya, pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebaiknya tetap menjalankan fungsi birokrasi yaitu, administrasi, preparasi kebijakan, artikulasi kepentingan, dan menjaga stabilitas.
“Saya minta tolong berkaitan dengan Pemilu 2019 yang tinggal 30 hari lagi, agar menjaga stabilitas dikaitkan dengan KLHK, dan stabilitas yang kedua dalam pengertian kondusif untuk Pemilu," katanya, dalam Resepsi Hari Bakti Rimbawan dan Pembinaan Pegawai KLHK Tahun 2019 di Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (18/3/2019).
Ia berpendapat, selama ini KLHK telah melaksanakan fungsi pemerintah dengan baik, yaitu menjaga stabilitas dan keteraturan; akses kesejahteraan; membuat warga negara menjadi bernegara; dan mendorong masyarakat bisa menjadi produktif. Fungsi pemerintah tersebut direfleksikan dalam bentuk langkah korektif yang telah dilakukan selama 4 tahun terakhir.
“Saya minta seluruh karyawan-karyawati KLHK untuk bisa melihat dengan baik dan jernih bahwa lingkungan hidup dan kehutanan adalah satu kesatuan konsep. Saya minta stabilitas dijaga betul untuk kepentingan rakyat. Kita harus menjadi pelopor untuk menjaga stabilitas dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Pada 17 April 2019 akan berlangsung Pemilihan Umum serentak untuk pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden. Para rimbawan diminta bisa membangun iklim kondusif pelaksanaan Pemilu.
“Dalam pemilu 2019, kita semua harus menjadi stabilisator. Jangan ada apa-apa, jangan ada skandal dan gosip," pintanya.
Sementara itu, Sarwono Kusumaatmadja, penasihat senior Menteri LHK, menyatakan, berdasarkan pengalaman kebakaran hutan lahan (karhutla) pada 1997, dibutuhkan kemitraan yang kuat antara lingkungan hidup dan kehutanan dalam penanganan karhutla.
“Perlu sinergitas yang kompak antara lingkungan hidup dan kehutanan,” ujar lelaki yang menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup Era Kabinet Pembangunan VI tahun 1993-1998.
Selain Sarwono Kusumaatmadja, Sekretaris Jenderal KLHK dan Inspektur Jenderal KLHK juga mendapat kesempatan untuk memberikan pengarahan. Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono menhimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) KLHK agar senantiasa menerapkan tiga nilai utama revolusi mental dalam reformasi birokrasi.
Nilai-nilai tersebut adalah Integritas moral (iklas, jujur, tanggung jawab), Etos Kerja (disiplin, profesional), Gotong Royong (kerja sama).
Baca Juga: Upaya Rehabilitasi, KLHK Tanam Ratusan Pohon di Bogor
Sementara itu, Inspektur Jenderal Ilyas Asa'ad, menyampaikan, “Posisi indek Reformasi Birokrasi KLHK naik dari angka 61 pada tahun 2015 menjadi 72,8 pada tahun 2018. Artinya, akuntabilitas, pelayanan publik semakin baik. Kemudian kematangan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) juga menunjukkan kenaikan, dari 2 menjadi 3, begitu juga nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan nilai BB. Penyalahgunaan kewenangan hampir tidak ada di KLHK, begitu juga KKN”.
Acara resepsi dalam rangka Hari Bakti Rimbawan ini juga dihadiri Menteri Kehutanan Kabinet Pembangunan VI, Jamaluddin Suryohadikusumo, pejabat pimpinan Tinggi Madya, pejabat pimpinan Tingga Pratama, pejabat administrator dan pengawas, serta karyawan KLHK, BUMN bidang Kehutanan, sesepuh kehutanan dan tamu undangan lainnya.
Hari Bakti Rimbawan yang diperingati setiap 16 Maret sejak tahun 1983 ini memasuki tahun ke-36. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat”.
Di akhir arahannya, Menteri Siti mengajak semua jajaran untuk menjaga seluruh momentum, menjaga momentum KLHK, menjaga kode etik, menjaga seluruh bangsa dan negara.
“Mari kita jaga fungsi birokrasi untuk stabilitas, dan menjaga kondusifitas menghadapi Pemilu 2019," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Cetak Kartu SNBP 2026
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag