Suara.com - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno enggan membicarakan target dukungan yang ingin diperoleh dari kunjungannya ke Kantor Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.
Menurut dia, siapa pun yang akan memenangkan kontestasi politik terbesar Indonesia itu sudah ditetapkan oleh Allah SWT.
"Saya dan Pak Prabowo memiliki keyakinan Allah sudah menetapkan siapa yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Oleh karena itu, kami santai saja," kata Sandiaga di Kantor PDM Kota Yogyakarta, Jalan Sultan Agung, Yogyakarta, Jumat (22/03/2019).
Menurut Sandiaga, timnya ingin memastikan kondisi Indonesia di masa yang akan datang akan lebih baik.
Ia juga mengaku fokus untuk melakukan kampanye dengan cara-cara positif, menggembirakan, mencerahkan, dan mencerdaskan.
"Saya enggak mau bicara yakin atau tidak (didukung Muhammadiyah). Semua Allah yang putuskan. Tapi pada intinya tidak ada target, kami kerja keras saja," kata dia lagi.
Sandiaga mengajak masyarakat Indonesia menyatukan perbedaan yang memecah belah. Menurut dia, satu-satunya perbedaan yang ada terkait Pilpres 2019 adalah perbedaan pilihan pada 17 April 2019.
Namun, semua warga menginginkan kondisi yang lebih baik dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan sebagainya.
Mantan Wakil Gubernur DKI jakarta ini berharap dapat memenangkan hati dan pikiran warga di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Mobil Logistik Prabowo Berpelat TNI, Sudirman Said Minta Bawaslu Adil
Kontributor : Sri Handayani
Berita Terkait
-
BPN: Prabowo Kuasai Materi Debat Capres Keempat
-
Prabowo Ngaku Ingin Istirahat, Putranya Protes Sering Dicueki
-
Sandiaga Tanya ke Muhammadiyah: Berapa Utang BPJS Kesehatan ke RS Kalian?
-
Sandiaga Terenyuh Dengar Permintaan Khusus Cicit Ahmad Dahlan
-
Sandiaga Uno Ziarahi Makam KH Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia
-
BEM se-DIY Gelar Aksi Damai di Malioboro, 400 Personel Polisi Siaga Humanis
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
-
Desakan Tarik Brimob dari Pengamanan Sipil Menguat, Polri: Ini Ulah Individu, Bukan Struktural
-
Karier Alex Noerdin: Dari Anak Tentara Hingga Gubernur Sumsel
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia