Suara.com - Petugas Stasiun MRT Lebak Bulus, Anif (19) mengaku kesulitan menghadapi calon penumpang yang ingin menaiki Moda Raya Terpadu (MRT). Pasalnya, selama masa non komersil 24-31 Maret, penjualan tiket harus dilakukan secara online melalui aplikasi belanja online, Bukalapak.
Pantauan suara.com di stasiun MRT Lebak Bulus Senin (25/3/2019) Anif harus membantu banyak calon penumpang MRT yang didominasi warga lanjut usia (lansia) membeli tiket secara online. Perempuan cantik itu terlihat membantu mulai dari install aplikasi Bukalapak, daftar, pembelian hingga verifikasi pembayaran.
"Ya susah juga ya, soalnya rata-rata sudah lansia jadi tidak mengerti pembelian online," ujar Anif di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Di stasiun MRT Lebak Bulus, pada pukul 11.00 WIB calon penumpang mulai ramai ingin menaiki MRT. Anif mengaku menerima berbagai permasalahan terjadi seperti tidak punya smartphone atau telepon seluler dengan koneksi internet, tidak ada kuota internet, tidak mengerti cara pemasangan aplikasi, hingga lupa sandi akun bukalapak.
Menangani hal tersebut, Anif mengaku sabar mengajarkan para calon penumpang untuk membeli tiket.
"Masalahnya macam-macam ya sampai yang kecil kayak lupa password. Kita sabar saja ngajarin pelan-pelan," jelas Anif.
Setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019) lalu, penjualan tiket MRT memasuki masa non-komersil alias digratiskan tapi harus melalui pembelian online sampai 31 Maret. Nantinya pada 1 April MRT akan memasuki tahap komersil. Calon penumpang baru bisa membeli tiket di loket saat masa tersebut.
Berita Terkait
-
Minta Tunjuk Jari di Launching MRT, BPN: Jokowi Sadar di Pintu Kekalahan
-
Perjalanan Panjang MRT Jakarta: 27 Tahun di atas Kertas, Jokowi Eksekusi
-
Jokowi Klaim Pembangunan MRT, Said Didu: Candi Borobudur Juga Diklaim
-
Jokowi Klaim Berjasa Bangun MRT, Fahri: Pakai Kepalsuan untuk Naik Tangga
-
Resmikan MRT, Fahri Hamzah: Jokowi Cuma Presiden Warisan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS