News / nasional
Rendy Adrikni Sadikin | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyambangi gedung KPK, Jakarta, Senin (30/1).

Suara.com - Mantan Ketua MK Mahfud MD menceritakan kekecewaannya di masa lalu pada mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengungkapkannya pada Alvin Adam dalam tayangan Alvin & Friends, Senin (1/4/2019).

Mahfud mengatakan, pada pesta demokrasi beberapa tahun silam, dirinya termasuk bagian dari tim sukses SBY. Ia bahkan telah dijanjikan untuk dijadikan menteri jika SBY terpilih pada pilpres saat itu.

"Sudah muncul di koran-koran, calon menterinya SBY itu Mahfud. Kalau tidak di Menteri Agraria, nanti di Mendagri atau Menteri Hukum dan HAM," ujar Guru Besar UII Yogyakarta itu.

"Pak SBY manggil saya sendiri sampai dua kali. 'Pak Mahfud, kalau saya jadi presiden, Pak Mahfud nanti jadi menteri. PKB nanti saya ambil tiga: Pak Mahfud, Khofifah, Alwi Shihab,'" lanjutnya.

Baca Juga: Presiden Atletico Madrid Pastikan 1000 Persen Griezmann Bertahan

Namun, setelah SBY memenangkan pilpres pada waktu itu, janjinya pada Mahfud MD tak diwujudkan. Meski begitu, Mahfud mencoba ikhlas, terlebih ia malah mendapat jabatan baru setelah itu.

"Tuhan memberikan jalan lain kepada saya, karena saya tidak nyangka, sesudah saya tidak terpilih oleh SBY, ada lowongan Ketua Hakim MK, saya masuk ke situ, tanpa rencana apa pun, terpilih," katanya.

Mahfud mengaku sempat kecewa, tetapi ia memilih untuk menyimpannya dalam diri sendiri kala itu.

"Ketika SBY tidak menjadikan saya sebagai menteri, saya agak kecewa, kan sudah janji, sudah ketemu," terang pria asal Madura ini. "Tapi saya diem aja, kecewa, mungkin Tuhan tidak mengizinkan. Saya pergi umrah saja, sesudah itu, tidak lama, saya jadi Ketua MK, malah lebih tinggi dari menteri kan? Sejajar dengan presiden."

Baca Juga: Alasan Jaksa Tak Hadirkan Bos First Travel di Sidang Gugatan