News / Nasional
Kamis, 04 April 2019 | 16:23 WIB
Ketua TPM Guntur Fathahilah di PN Bandung. (Suara.com/Aminuddin)

Suara.com - Tim Pengacara Muslim (TPM) menilai Ketua Umum PBB terlalu berlebihan saat berargumen membenarkan soal percakapan dengan Habib Rizieq Shihab lewat aplikasi, Whatsapp.

Inti dari pembicaraan yang diklaim Yusril itu, yakni, Rizieq yang meragukan keislaman calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto.

"Kalau terkait berita yang sedang marak dari kemarin ini, lebay lah saya tahu dia (Yusril) senior saya juga, masa bisa menjamin itu asli WA-nya Habib Rizieq," kata Ketua TPM Guntur Fathahilah usai menghadiri sidang Habib Bahar bin Smith di Gedung Perustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya, Rizieq tidak suka melakukan pembicaraan melalui chat WA, makanya dia yakin kalau hasil tangkapan layar dari chat WA yang dijadikan bukti Yusril itu tidak benar.

"Habib tidak pernah pegang WA, enggak, dia harus melalui asistennya," jelasnya.

Guntur pun memastikan itu pembicaraan dalam chat itu bukan gaya tutur Rizieq. Menurutnya, Rizieq hanya sesekali saja melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dan tidak melakukan pembicaraan melalui chat.

"Habib itu enggak pernah chatingan, kalaupun telepon juga dalam waktu tertentu memang menggunakan telepon-telepon dari asistennya. Telepon yang sering bukan kemudian chating, tapi ini kan beredar chatingan. Prof (Yusril) ini lebay," tukasnya.

Motif dari pernyataan Yusril, kata dia, sangat kental dengan muatan politis. Apalagi, isu percakapan Rizieq dan Yusril yang disebarkan itu mendekati hari pencoblosan pemilihan presiden (Pilpres) pada 17 April 2019, mendatang.

"Gini loh ini kan masalah mendekati hari-hari tanggal-tanggal pencoblosan ya sudah jelas lah arahnya ke mana. Apakah itu untuk harga tawarnya dia (Yusril) untuk kedudukannya. Ini sangat kental dengan muatan politis," tutupnya.

Baca Juga: Kampanye Akbar di GBK, Prabowo - Sandi Gelar Shalat Subuh Berjamaah

Kontributor : Aminuddin

Load More