Suara.com - Sosok mayat perempuan terbungkus daun pisang yang ditemukan di Taman Kota, dekat Jalan Tol Jagorawi, Jakarta Timur diduga merupakan korban pembunuhan. Sebab, polisi menemukan ada tanda-tanda penganiayaan di sekujur tubuh korban.
Kapolsek Makasar Kompol L. Lumban mengatakan luka lebam beberapa bagian tubuh dan pendarahan di bagian kepala diduga akibat hantaman benda tumpul.
"Hasil pemeriksaan awal ada luka di bagian kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul, ada luka lebam juga di bagian tubuh. Dugaan sementara korban pembunuhan," kata Lumban saat dikonfirmasi wartawan, Senin (8/4/2019).
Selain ditemuan beberapa tanda kekerasan, kata Lumban, mayat yang belum diketahui identitasnya itu diduga sudah dikubur di kawasan tersebut dua hari yang lalu. Namun, saat ini, polisi masih menunggu proses autopsi dari Rumah Sakit Polri, Kramatjati untuk mengetahui penyebab korban tewas.
"Diperkirakan jasadnya sudah dua hari dikubur di sana. Untuk sebab kematian kita masih menunggu hasil visum dan autopsi dari RS Polri Kramat Jati. Tapi dilihat dari luka korban mengalami penganiayaan," ujar Lumban.
Dia juga meminta agar masyarakat yang merasa kehilangan sanak keluarganya bisa mendatangi RS Polri atau Polsek Makasar, Jakarta Timur.
" Kalau ada saudara yang memiliki ciri diatas bisa ke RS Polri Kramatjati, atau mengubungi kami, Polsek Makasar, "pungkasnya.
Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa identitas di Taman Kota, dekat Jalan Tol Jagorawi, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Minggu (7/4/2019) kemarin.
Jasad korban kali pertama ditemukan seorang pemuda bernama Irfan Jaya (20). Saksi awalnya turun dari angkutan umum karena hendak menangkap burung lovebird. Namun sesampainya di taman tersebut untuk menangkap burung tersebut, pemuda itu mencium bau busuk dan ternyata adalah jasad perempuan.
Baca Juga: Bikin Lagu tentang Jokowi, Oppie Andaresta Gandeng Penyanyi Underground
Adapun ciri-ciri korban, yakni berusia kurang lebih 25 tahun, tinggi 150 centimeter dan memunyai rambut lurus sebahu. Saat ditemukan sudah terbujur kaku, perempuan itu mengenakan baju warna hijau muda dengan motif garis-garis dan celana legging hitam.
Berita Terkait
-
Gegara Pil Koplo, Fan Arsenal dan Bonek Keciduk Polisi
-
Sebelum Tusuk Empat Polisi, Terduga Teroris Salim Pura-Pura Serahkan Diri
-
Alat Bukti Kasus Foto Syur Editan Ferdinand Ditelisik di Lab Digital Polri
-
Tewas Depan Kampus, Tukang Ojek Herman Ternyata Dibunuh Lelaki Renta
-
Dikejar ke Gunung hingga Kehabisan Bensin, Sejoli Penjambret Tertangkap
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT