Suara.com - Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Kirstjen Nielsen, yang dikenal sebagai pembela kebijakan Presiden Donald Trump untuk memisahkan anak-anak migran dari orang tua mereka, pada Minggu (7/4) menyatakan akan segera mundur.
Pengunduran diri Kirstjen itu pertama kali dilaporkan oleh CBS News. Seorang pejabat tinggi pemerintah mengatakan Trump meminta Kirstjen untuk mundur.
Trump mengatakan di Twitter, "Menteri Dalam Negeri Kirstjen Nielsen akan segera meninggalkan jabatannya, dan saya ingin mengucapkan terima kasih atas jasa-jasanya." demikian seperti dilansir Reuters.
Di cuitan terpisah, Trump mengatakan Kevin McAleenan, yang saat ini menjabat sebagai komisioner Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, untuk sementara akan menjalankan tugas sebagai menteri keamanan dalam negeri.
Kirstjen (46) memimpin departemen tersebut sejak Desember 2017. Pada masa jabatannya, ia pernah terlibat konflik dengan Trump serta harus mengawasi pelaksanaan aturan pemisahan anak-anak migran dari para orang tua mereka di perbatasan AS dengan Meksiko.
Trump menempatkan masalah perpindahan penduduk secara ilegal sebagai pusat kebijakannya dalam dua tahun masa kepemimpinannya sebagai presiden.
Kebijakan tersebut ia jadikan prioritas dalam upaya menurunkan jumlah pendatang baru, terutama dari Meksiko dan negara-negara Amerika Tengah, yang memasuki Amerika Serikat secara tidak sah.
Pengunduran diri Kirstjen diumumkan dua hari setelah sang presiden dari Partai Republik itu tiba-tiba mengatakan pada Jumat (5/4) bahwa ia ingin mendepak sosok yang ia calonkan sendiri untuk mengepalai Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), Ronald Vitiello, dengan alasan ia menginginkan sosok yang "lebih tegas."
ICE merupakan salah satu lembaga di bawah kewenangan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).
Baca Juga: Sebut Kampanye Tak Lazim, Demokrat: Pesan SBY Diterima Baik Prabowo
Kirstjen, yang kerap dihujani pertanyaan pedas oleh kalangan Demokrat di persidangan Kongres AS, menjadi sasaran kritik soal kebijakan-kebijakan Trump. Kirstjen tahun lalu diprotes oleh beberapa penentang di sebuah restoran Meksiko di Washington.
Sebagai pemimpin DHS, Kirstjen berkewajiban menjalankan berbagai misi Trump, seperti perjuangan sang presiden untuk mendirikan dinding perbatasan dengan Meksiko, penyegeraan deportasi dan penanganan terhadap anak-anak migran --sementara foto-foto mereka di balik jeruji besi tersebar ke semua penjuru dunia.
Trump bersikeras bahwa kedatangan para migran di sepanjang perbatasan AS di selatan merupakan keadaan darurat secara nasional sehingga ia menolak keberatan Kongres untuk memberinya dana miliaran dolar AS yang ia minta guna membangun dinding perbatasan.
Surat kabar New York Times melaporkan satu tahun lalu, yaitu pada Mei 2018, bahwa Kirstjen hampir mengundurkan diri setelah Trump mencaci maki dirinya di depan para menteri lainnya terkait peningkatan jumlah imigran yang menyeberang secara ilegal dari Meksiko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai
-
HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
-
Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam
-
Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi