Suara.com - Prabowo meninggal setelah kerja keras mengawal proses pemilihan umum 17 April 2019 kemarin. Prabowo meninggal kena serangan jantung.
Prabowo, bernama lengkap Rudi Mulia Prabowo adalah ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Sebelum meninggal 22 April 2019 kemarin, Prabowo bekerja hampir tanpa henti sampai lupa makan. Prabowo tidak sempat memakan dua jatah nasi kotaknya yang disediakan panitia pemungutan suara di Matraman, Jakarta Timur.
Inez, anak Prabowo, bercerita, ayahnya pasca hari Pemilu tanggal 18-22 April selalu mengeluh kepalanya pusing dan terlihat pucat. Namun Inez mengatakan ayahnya itu tetap mengurus Pemilu seperti permintaan tanda tangan dan urusan lainnya.
Hingga akhirnya tanggal 22 April Inez menyebut Prabowo sempat muntah saat tertidur dan langsung dilarikan ke RSUD Matraman. Sesampainya di RS, Prabowo sudah tak bernyawa.
"Papa bilang katanya keliyengan (pusing) terus, sempet ngobrol sama saya, minta ambilin air hangat terus tidur. Pas saya keluar tiba-tiba mama teriak papa muntah terus pas saya periksa sudah gak ada denyut (nadi)," pungkas Inez di rumahnya, Pisangan Baru Matraman, Jakarta Timur (24/4/2019).
Selama masa pencoblosan, Prabowo sudah terlihat kelelahan dan terus lanjut mengerjakan tugasnya sampai pemungutan suara selesai pukul 13.00 WIB. Lanjut ke perhitungan suara, Prabowo terus memimpin prosesnya dengan baik sampai selesai.
Proses perhitungan baru selesai sekitar pukul 05.00 WIB. Usai suara dihitung dan dimasukan kembali ke kotak suara, Prabowo juga lanjut mengantar kotak suara ke Kecamatan sampai pukul 10.00 WIB.
Hingga akhirnya 22 April Inez menyebut Prabowo sempat muntah saat tertidur dan langsung dilarikan ke RSUD Matraman. Sesampainya di RS, Prabowo sudah tak bernyawa.
Baca Juga: Viral Petugas KPPS Nyoblos 10 Kali, TPS 8 di Boyolali Terancam PSU
Prabowo akhirnya dimakamkan di TPU Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (23/4/2019) pagi. Prabowo meninggalkan istri, satu anaknya. Menurut Inez, berdasarkan keterangan dokter RSUD Matraman, Prabowo kelelahan dan serangan jantung mendadak.
Berita Terkait
-
Prabowo Meninggal, 2 Jatah Nasi Kotak di TPS Tak Dimakan
-
Prabowo Meninggal Dunia Kena Serangan Jantung, 1 Hari Tak Makan Urus Pemilu
-
Prabowo Meninggal Kena Serangan Jantung saat Kawal Proses Pencoblosan
-
PBNU Doakan Petugas KPPS Meninggal dalam Tugas Diampuni Dosanya
-
119 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Menkes Sesalkan Beban Kerja 24 Jam
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali