Suara.com - Sebelum Prabowo meninggal, dia tidak sempat memakan dua jatah nasi kotaknya yang disediakan panitia pemungutan suara. Prabowo meninggal karena kelelahan hingga kena serangan jantung saat mengawal proses pencoblosan.
Prabowo, bernama lengkap Rudi Mulia Prabowo adalah ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Prabowo yang berusia 57 tahun itu meninggal karena kelelahan selama bertugas. Menurut Istri Prabowo, Sukaesih (58), Prabowo sudah bekerja keras menyiapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) 009 sejak tiga hari sebelum waktu pemungutan suara, 14 April 2019.
Anak Prabowo, Inez (22), mengatakan ayahnya itu tidak memakan dua jatah nasi kotak untuk siang dan malam hari. Inez mengaku sudah menyarankannya untuk makan tapi Prabowo menolak dengan alasan tanggung hingga penghitungan selesai.
"Saya lihat nasi kotak punya dia dua kotak belum di makan. Saya bilang Papa makan dulu tapi katanya nanggung. Padahal panitia lain sudah pada makan," jelas Inez di rumahnya, Pisangan Baru Matraman, Jakarta Timur (24/4/2019).
Selama masa pencoblosan, Prabowo sudah terlihat kelelahan dan terus lanjut mengerjakan tugasnya sampai pemungutan suara selesai pukul 13.00 WIB. Lanjut ke perhitungan suara, Prabowo terus memimpin prosesnya dengan baik sampai selesai.
Proses perhitungan baru selesai sekitar pukul 05.00 WIB. Usai suara dihitung dan dimasukan kembali ke kotak suara, Prabowo juga lanjut mengantar kotak suara ke Kecamatan sampai pukul 10.00 WIB.
Hingga akhirnya 22 April Inez menyebut Prabowo sempat muntah saat tertidur dan langsung dilarikan ke RSUD Matraman. Sesampainya di RS, Prabowo sudah tak bernyawa.
Prabowo akhirnya dimakamkan di TPU Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (23/4/2019) pagi. Prabowo meninggalkan istri, satu anaknya. Menurut Inez, berdasarkan keterangan dokter RSUD Matraman, Prabowo kelelahan dan serangan jantung mendadak.
Baca Juga: Viral Petugas KPPS Nyoblos 10 Kali, TPS 8 di Boyolali Terancam PSU
Berita Terkait
-
Prabowo Meninggal Dunia Kena Serangan Jantung, 1 Hari Tak Makan Urus Pemilu
-
Prabowo Meninggal Kena Serangan Jantung saat Kawal Proses Pencoblosan
-
Nihil Riwayat Sakit, Ketua KPPS di Sleman Mendadak Meninggal Sehabis Pemilu
-
PBNU Doakan Petugas KPPS Meninggal dalam Tugas Diampuni Dosanya
-
119 Petugas KPPS Meninggal Dunia, Menkes Sesalkan Beban Kerja 24 Jam
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Terjun dari Lantai 4: Satu PRT di Benhil Tewas, Dugaan Dikurung Majikan Masih Diselidiki Polisi
-
Listrik PLN Anjlok, Lampu Merah di Jakarta Banyak yang Mati, Polisi Waspada Macet Parah Sore Ini
-
Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD
-
Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja
-
PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal
-
Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar
-
Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka
-
Kasus DKJA, KPK Panggil Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub
-
Kabar Gembira! Besok Naik Transportasi Umum di Jakarta Cuma Bayar Rp1