Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno memantau lokasi pengumpulan dokumen C1 di Kantor Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2019).
Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menjadi saksi penyerahan rekapan data C1 Provinsi Jawa Timur dari relawan yang berasal dari alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Rekapan dokumen C1 yang diserahkan oleh alumni ITS tersebut meliputi sekitar satu juta suara dari berbagai TPS di Jawa Timur.
"Alumni ITS 02 ikut memberikan sumbangan rekap data C1 Pilpres 2019 untuk Provinsi Jatim dan tim data center dari ITS ini sudah mengumpulkan sejumlah, sekitar 1 juta suara," kata Sandiaga.
Dalam kesempatan itu juga, ada prosesi penyerahan rekapan data C1 dari salah satu perwakilan relawan, Made Suryadana kepada Ketua BPN Prabowo – Sandiaga, Djoko Santoso.
Djoko mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh relawannya tersebut.
"Saya ucapkan juga terima kasih kepada teman-teman atas partisipasinya untuk juga mengawal kedaulatan rakyat. Kita apresiasi," ucap Djoko.
Lebih lanjut, Djoko juga membicarakan soal kedatangan Sandiaga di Kantor BPN. Djoko menyampaikan bahwa kehadiran Sandiaga selain untuk memantau proses penghitungan suara, juga untuk melihat kondisi dirinya.
"Hari ini kita di kantor BPN menerima inspeksi dari Pak Sandiaga selaku cawapres, dan kita hanya ngomong-ngomong, Pak Sandiaga lihat saya, bagaimana sehat atau enggak," tandas Djoko.
Baca Juga: Tolak Ajakan Kubu Prabowo, Timses Jokowi: untuk Apa TPF Kecurangan Pemilu?
Berita Terkait
-
Sandiaga Buka-bukaan Isu Sudah Masuk PAN dan Punya KTA
-
Sindir Aksi Boikot Nasi Padang, Sandiaga Makan Rendang di Rumah Makan Ini
-
BPN Klaim Prabowo Menang 80 Persen, TKN Jokowi: Jangan-jangan Halusinasi
-
Sebut Prabowo Menang 80 Persen, PAN Nilai Djoko Santoso Bikin Panas Situasi
-
Djoko Santoso Sebut Prabowo Menang 80 Persen, TKN Beri Sindiran Menohok
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya