Mahfud MD mengatakan, "justru itu terbalik."
"Lho yang dibilang dulu itu apa," ujar Fadli Zon kepada Mahfud MD.
Mahfud MD menanggapi pernyataan Fadli Zon, "dulu kan pernah terjadi. Makanya, jangan sampai sekarang ini muncul lagi."
"Terjadi apa saya tanya?" tanya Fadli Zon sambil menunjuk Mahfud MD.
Pun Mahfud MD menyebutkan sejumlah aksi pemberontakan yang sempat terjadi di beberapa wilayah yang disebut 'garis keras' olehnya.
"Dulu DI/TII di sana (Jawa Barat); kemudian di Aceh ada GAM (Gerakan Aceh Merdeka--RED); di Sulawesi Selatan, ada Kahar Muzakar; di Padang, ada PRRI," ujar Mahfud MD.
Fadli Zon malah menyebut Mahfud MD tidak mengerti sejarah, "seolah itu persoalan agama. Itu bukan persoalan agama. Karena pernyataan Pak Mahfud itu garis keras dalam hal agama."
Sambil menunjuk Fadli Zon, Mahfud MD bertanya, "ntar dulu, tapi itu radikal nggak?"
Suara Fadli Zon pun meninggi. Dia mengatakan, "lho nggak-nggak. Jangan kembali ke soal radikal, di situ dulu."
Baca Juga: Jubir Demokrat Kecewa, Minta Mahfud MD Kembali Belajar Sejarah Islam
Mahfud MD kembali bertanya, "garis keras nggak?"
"Tadi Anda betul nggak ada mengatakan garis keras soal agama? Lalu mengambil isu-isu itu. Itu tidak ada urusannya dengan agama," ujar Fadli Zon menunjuk Mahfud MD.
Debat sengit pun ditengahi oleh pembawa acara.
Berita Terkait
-
Pemindahan Ibu Kota, Fadli Zon: Cuma Isapan Jempol Pengalihan Isu
-
May Day, Prabowo Dijadwalkan Pimpin Rapat Akbar Buruh di Senayan
-
May Day, Prabowo Tertinggal 10,76 Juta Suara dari Jokowi di Hari Buruh
-
Selain Bisa Bicara dengan Hewan, Rizky Juga Sebut Prabowo Bapak Pendidikan
-
Seruan Habib Rizieq: Diskualifikasi Jokowi dan Segera Lantik Prabowo
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang
-
Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China
-
Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat
-
PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi